Kamis, Juni 17, 2010

Karakteristik Personil Tagana di SATGAS LOGISTIK

salam relawan... salam Tagana.. 



Satgas Logistik adalah Tim yang dibentuk untuk penugasan dibidang pengumpulan potensi dan sumber – sumber bantuan serta pendistribusiannya untuk penanggulangan bencana. Satgas Logistik bertugas untuk Pengelolah Bantuan Sosial terutama pada saat pertama bencana terjadi untuk memenuhi kebutuhan para korban bencana berdasarkan kaidah manajemen Logistik.

Dimana tugas Satgas Logistik ini banyak meliputi tentang kebutuhan pelaksanaan penanggulangan bencana mulai :
1.   Pra bencana        :

·       Persiapan kebutuhan logistic
·       Pengadaan Kebutuhan logistic
·       Penempatan kebutuhan logistic
·       Keadministrasian
·       Tenaga ahlinya
·       Aspek kebersihan, kesehatan dan keamanan.

2.   Saat Bencana      :

·       Persiapan Kebutuhan logistic tanggap darurat
·       Pendistribusian Kebutuhan logistic tanggap darurat
·       Membuka Dapur umum lapangan
·       Pencatatan administrasi Tanggap darurat.

3.   Pasca Bencana   :

·       Mengevaluasi kebutuhan korban.
·       Rehabilitasi Kebutuhan Korban
·       Pencatatan Administrasi



Dapur Umum Lapangan

Dimana kondisi masyarakat masih sangat terbatas tentang pengetahuan manejemen penanggulangan bencana dan pengungsian, selain itu juga kurangnya dan lambatnya informasi yang dapat atau disampaikan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat sebagian tidak sempat mengungsi, menyelamatkan nyawa diri sendiri, keluarga, harta benda dan lain – lainnya. Hal ini perlu diperhatikan agar tidak terjadi suatu hal yang tidak diingikan seperti korban bencana mengalami kelaparan dikarenakan tidak ikut suatu evakuasi.

Penangganan dan bantuan dari beberapa bencana alam ini, salah satunya adalah mendirikan dapur umum lapangan. Difinisi dapur umum lapangan adalah suatu kegiatan pelayanan korban bencana dalam penanggulangan bencana yang berfungi sebagai penyelamatan tentang kebutuhan khususnya makanan yang dapat disiap sajikan kepada korban bencana setidaknya 3 (tiga) kali dalam sehari.

Dalam pengertian tentang dapur umum lapangan adalah setiap personil Tagana harus banyak memahami materi yang telah dibukukan ini :

1.   Materi Pengenalan Alat Dapur Umum Lapangan.
2.   Materi Penyelenggaraan Dapur Umum Lapangan.
3.   Langka Kerja Regu Dapur Umum

1.   Materi Pengenalan Alat Dapur Umum Lapangan.

  • Secara umumnya peralatan dapur umum lapangan sama dengan peralatan dapur skala rumah tangga, tetapi yang membedakan hanyalah tentang kapasitasnya saja.

  • Selain kapasitas juga yang harus dimengerti adalah teknik kemasan alat dapur umum lapangan karena kegiatan dapur umum lapangan ini sangat mobile sehingga perlu suatu tempat kemasan yang dapat memudakan activitas personil dalam pelayanan penanggulangan bencana.
  • Dapur umum lapangan yang disingkat dengan Dumlap, setiap kegiatan dapur umum lapangan dalam penanganannya sangat berbeda, sebab setiap pelayanan tim dapur umum lapangan ini juga ahli dalam pemahaman karakter jenis bencana dan penempatannya.
  •  Sehingga pada saat waktu membuka kegiatan dapur umum lapangan tersebut bisa maksimal dan memenuhi standartnya.

  • Yang perlu diperhatikan dalam membuka dapur umum juga harus dekat dengan akses jalan dan air bersih.



DAFTAR KEMASAN ALDUMLAP 30 ITEM , TIAP UNIT TERDIRI
No Item Size Qty

.     Panci masak 10 liter 4                                    
2.   Panci masak 5 liter 4
3.   Sendok pembagi 1 liter 2
4.   Sendok pembagi 1/2 liter 2
5.   Sendok sambal tangkai panjang 2

6.   Serok penggorengan 2
7.   Gilingan daging dan pisau 2
8.   Loyang peniris 2
9.   Pembuka kaleng 2
10. Penjepit makanan 4
11. Alas pemotong / talenan 2
12. Pengaduk nasi kayu 2
13. Susuk wajan 2
14. Wajan alumunium besar 65 cm 1
15. Wajan alumunium sedang 50 cm 2
16.
Takaran nasi 300 gr 2
17. Takaran nasi 400 gr 2
18. Takaran nasi 500 gr 2
19. Kocokan telur 2

20.
Pisau dapur 24 cm 2

No Item Size Qty
21. Pisau cincang / golok no. 2 1
22.
Saringan santan 2
23. Parutan kelapa 2
24. Loyang sagun / serbaguna 2
25. Gayung besar1 liter 2
26. Sekop nasi alumunium 2
27. Pikulan bambu 1
28. Timbangan gantung15 kg 1
29. Batu asahan 2
30. Alat kemas
       a. Kontainer seng 1
       b. Band pengikat ketel 4
Catatan :
1.   Ketel - ketel dikemas dalam ban pengikat ketel
2.   Pikulan pengangkut bambu diikat menjadi satu set
3.    Bekal yang lainnya dikemas dalam kontainer seng.










Macam Jenis Kompor Lapangan.
 Terdapat 2 type kompor lapangan ini yaitu dengan bahan  bakar minyak tanah dan bahan bakar gas.
Satu set kompor ini terdiri dari 2 sumbu sehingga akan lebih mempercepat memasak dalam jumlah yang besar.
Kompor ini akan di packing dalam box yang kuat sehingga bisa dibawa kemana-mana dengan simple dan mudah
 


Mobil Dapur umum lapangan ini adalah sarana transportasi untuk pelayanan korban bencana, dalam penanggulanan bencana mobil dapur umum lapangan selalu siap dalam keadaan ready :
·        Ready engine motornya
·        Ready stock logistic tanggap darurat
·        Ready sarana penunjang posko logistic, alat dapur umum, tenda, peralatan safety personal.dan Alkom.   




Tim Kordinator Tagana Jawa timur By. Opered

KARATERISTIK SEORANG TAGANA

salam relawan... salam Tagana..



Salah satu tugas pokok Tagana adalah memberikan pertolongan, pelayanan  khususnya bantuan sosial kepada korban bencana apapun sebabnya tanpa membedakan Agama, Bangsa, Suku Bangsa, Golongan, Warna Kulit, jenis kelamin dan bahasa.

Untuk Melaksanakan tugas tersebut, Tagana meningkatkan kesiapsiagaan dengan mengkoordinasikan tenaga relawan Tagana yang tersebar hapir seluruh tingkat kecamatan yang ada diprovinsi Jawa Timur. Dengan sistem Jaring komunikasi Tagana dengan mudah mengakses seluruh kejadian dan kegiatan kebencanaan secara baik dan tercatat.

           Tagana adalah satuan tugas penanggulangan bencana yang berbasis masyarakat dan dibina oleh Dinas Sosial dalam rangka upaya turut serta membantu Mempercepat proses pertolongan dan pelayanan Khususnya bantuan sosial bagi korban bencana secara keseluruhan. Salah satu maksud dari dibentuknya Tagana adalah Kemampuan Pemerintah dalam penanggulangan bencana sangat terbatas, maka diperlukan dukungan oleh  masyarakat,  serta perubahan paradigma penanggulangan bencana dari fatalistik responsif ke preventif proaktif

Tagana memiliki pengorganisasian yang bersifat koordinatif , setiap Kabupaten /Kota memiliki seorang koordinator Tagana dan dibantu dengan koordinator ditiap Kecamatan. Berdasarkan Permensos  Nomor 82/HUK/2006 tentang Taruna Siaga Bencana mengatur sistem koordinasi Tagana :  

       a.  Tingkat Pusat             : Tim Koordinasi Pusat ( Seorang Ketua Tim Koordinasi )
       b.  Tingkat Provinsi         : Tim Koordinasi Provinsi ( Seorang Ketua Tim Koordinasi )
       c.  Tingkat Kota/Kab      : Tim Koordinasi Kota / Kabupaten ( Seorang Ketua Tim Koordinasi )
       d.  Tingkat Kecamatan    :  Koordinator ( Seorang  Koordinator )









Keanggotaan Tagana
       
 Perorangan atau individu dan kepengurusan dari tingkat Provinsi sampai dengan tingkat Kecamatan  dipimpin oleh seorang koordinator yang berfungsi sebagai ketua tim pelaksana.


Kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang anggotaTagana :
  1. Mengorganisir
  2. Keluwesan
  3. Kesiapan untuk berimprovisasi
  4. Bekerja sama dengan orang lain
  5. Kemampuan bekerja di bawah tekanan, bagaimanapun sulitnya keadaan
  6. Santun ( Peka terhadap budaya yang berlaku )
  7. Kesediaan untuk mendengar
  8. Rasa Humor


Tagana Telah membentuk satuan tugas – satuan tugas khusus yang terdiri dari :
  1. Satgas Posko PB
  2. Satgas Logistik Bansos
  3. Satgas TRC
  4. Satgas Rescue Tagana
  5. Satgas Kemanusian






Tugas Pokok Tagana
  
Tugas pokok Tagana adalah membantu Pemerintah dalam penanggulangan bencana Khusus Bantuan Sosial bagi Korban Bencana disesuaikan dengan siklus bencana yaitu : Sebelum, Saat dan Sesudah Bencana. Adapun tugas – tugas pokok tersebut adalah :


SebelumBencana :
·        Melaksanakan tugas memberi penyuluhan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan kewaspadaan bagi masyarakat dalam menghadapi bencana.
·        Menyiapkan Kader – kader ditingkat kecamatan / desa dalam rangka membantu tugas pelayanan bagi masyarakat sebagai tenaga kader penanggulangan bencana berbasis masyarakat. Kader ini disebut CDBM ( Community Based Disaster Management/ Menejemen penanngulangan bencana berbasis masyarakat )
·        Membantu Pemerintah dalam mitigasi ( pemetaan daerah rawan bencana, Pendataan kesiapsiagaan masyarakat dalam program Kampung Siaga Bencana )
·        Membantu menyusun daftar perlengkapan yang dibutukan untuk penanggulangan bencana termasuk pemeliharaan.
·        Melakukan pelatihan – pelatihan, baik sistem intern Tagana maupun secara latihan gabungan dengan instansi terkait dibawah koordinasi Satlak, BPBD Prov/Kab/Kota.
·        Anggota Tagana diatur piket keposkoan dengan secara bergiliran untuk kesiapsiagaan dengat MOTTO : Sigap Tanggap



Saat Bencana
·        Menyiapkan Posko PB / Posko layanan Dapur Umum didaerah yang dianggap perlu.
·        Memberi bantuan sosial dan pertolongan kepada korban bencana secara cepat, cermat dan prosedur.
·        Melakukan identifikasi dampak bencana.
·        Melakukan Pengkajian kebutuhan korban Khusus bantuan Sosial.
·        Accesment
·        Membuat laporan harian / mingguan untuk kepada pembina teknis Dinas Sosial.
·        Anggota Tagana dilapangan harus cakap dan selalu bekerjasama dengan satgas lainya dalam koordinasi PB.


Sesudah Bencana
·        Mengumpulkan segala permasalahan untuk melanjutkan kegiatan pada tahap rehabilitasi, seperti menelusuri korban yang melapor tentang keluhan dan data orang hilang. ( humanitari and service )
·        Melakukan konseling untuk meningkatkan kesadaran fungsi sosial masyarakat melalui pendekatan tatap muka.
·        Menyelenggarakan kegiatan penyuluhan. ( Crisis Center )
·        Mencatat dan mendata kembali sarana, prasarana daya dan dana. ( Reinventarisasi )
·        Mengevaluasi kegiatan untuk bahan perbaikan masa mendatang.
·        Membantu proses pelaporan.

 Jawa timur. 16 juni 2010
Di Tulis Oleh  :
Tim Kordinator Tagana Jawa timur

USAI GEMPA MUNCUL SEMBURAN API BERSAMA GAS MIRIP KEJADIAN LAPINDO

salam relawan... salam Tagana..
Semburan api disertai gas muncul di Dusun Lambara, Desa Kasano, Kabupaten Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pascagempa pukul 08.52, Rabu (16/6/2010) pagi tadi. Menurut laporan ANTARA, semburan api disertai gas bermunculan dari dalam tanah pada empat titik di lokasi gempa di Dusun Lambara. Semburan api tersebut muncul dari bawah tanah yang retak setelah gempa berkekuatan 5,3 skala richter yang mengguncang Kabupaten Mamuju Utara pagi tadi.
Gempa di Mamuju Utara berpusat pada 1,44 Lintang Selatan dan 119,25 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer di perairan Sulawesi, berlokasi sekitar 91 km di bagian barat daya Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, namun gempa tersebut tidak berpotensi terjadinya tsunami
“Api muncul dari bawah tanah yang mengalami patahan. Patahan sepanjang 500 meter membelah jalan di lokasi gempa,” kata Kabag Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Utara, Saidiman Marto yang meninjau lokasi gempa.
Menurut dia, semburan api yang disertai gas dari dalam tanah itu tampak mengerikan karena tingginya mencapai tiga meter.
Menurut dia, awalnya seorang warga melihat ada percikan api. Iseng-iseng dia melemparkan korek api. Tidak disangka, api makin besar dan tak bisa dikendalikan lagi.
Ia mengatakan, Pemkab setempat telah mendatangkan sejumlah mobil pemadam kebakaran di lokasi gempa untuk memadamkan percikan api itu, namun petugas kesulitan memadamkan api, karena tidak bisa menjangkau titik api yang berada dalam hutan.
“Beruntung, titik api agak jauh dari lokasi rumah warga yang rusak berat ataupun yang rusak ringan serta jauh dari tempat pengungsian warga yang menjadi korban gempa sehingga semburan api tersebut tidak terlalu membahayakan,” katanya.
Ia mengatakan, sejumlah warga kehilangan sekitar 80 unit tempat tinggal akibat rusak parah serta sekitar 53 rumah lainnya rusak ringan.

Tim Kordinator Tagana Jawa timur By. Opered

BERITA GEMPA BUMI DI PAPUA 7,1 SR . 3 WARGA TEWAS

salam relawan... salam Tagana.
  Serangkaian gempa mengguncang Kabupaten Biak, Papua, Rabu (16/6). Gempa berkekuatan 7,1 Skala Richter (SR) itu menyebabkan tanah longsor dan merobohkan puluhan rumah di daerah tersebut. Tiga orang dikabarkan tewas tertimpa rumah yang ambruk.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Biak menyebutkan, terjadi gempa bumi tektonik terjadi Rabu siang jam 12.06 WIT berkekuatan 7,1 SR di kedalaman 10 km sebelah tenggara Kabupaten Biak Numfor.
Warga berlarian keluar rumah atau bangunan lainnya. Sementara peringatan tsunami yang sempat muncul setelah itu membuat warga yang tinggal di sekitar pantai panik dan berusaha menyelamatkan diri ke lokasi yang lebih tinggi.
Di Serui, lebih dari 20 rumah ambruk dan setidaknya tujuh rumah lainnya terbakar. Petugas kepolisian setempat mengatakan telah menarik dua jenazah dari reruntuhan rumah.
Aktivitas Langsung Normal
Sementara itu, Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Biak Numfor langsung mengirim 25 personelnya untuk membantu evakuasi serta penanganan korban gempa bumi di Serui, kabupaten Yapen kepulauan.
“Berdasarkan laporan sementara di Kepulauan Yapen, dan Ibu Kota Serui dampak gempa bumi mengakibatkan kerusakan rumah warga. Berapa persisnya, kami belum mengetahui secara pasti,” kata Kepala Basarnas Biak Sumpeno Yuwono.
Ia berharap, kehadiran tim SAR ke Serui bisa membantu Pemkab mengevakuasi masyarakat yang sebagian besar tinggal di pinggiran laut Yapen.
Sumpeno mengatakan, hingga Rabu sore belum ada laporan yang masuk ke Basarnas untuk meminta bantuan pascaperistiwa gempa bumi tektonik dengan kekuatan 7,1 SR.
Ia menyebutkan, aktivitas pascagempa masyarakat Biak sudah berjalan normal.
“Meski warga Biak dan sekitarnya sempat panik karena kejadian gempa bumi dan peringatan Tsunami dari BMKG, ya hingga sore ini warga telah beraktivitas lagi,” katanya
. Tim Kordinator Tagana Jawa timur By. Opered

Rabu, Juni 16, 2010

Gempa bumi

salam relawan... salam Tagana..
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.

ipe gempa bumi

  1. Gempa bumi vulkanik ( Gunung Api ) ; Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.
  2. Gempa bumi tektonik ; Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik. Teori dari tectonic plate (lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik.
.Peta penyebarannya mengikuti pola dan aturan yang khusus dan menyempit, yakni mengikuti pola-pola pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang menyusun kerak bumi. Dalam ilmu kebumian (geologi), kerangka teoretis tektonik lempeng merupakan postulat untuk menjelaskan fenomena gempa bumi tektonik yang melanda hampir seluruh kawasan, yang berdekatan dengan batas pertemuan lempeng tektonik. Contoh gempa vulkanik ialah seperti yang terjadi di Yogyakarta, Indonesia pada Sabtu, 27 Mei 2006 dini hari, pukul 05.54 WIB,
  1. Gempa bumi tumbukan ; Gempa bumi ini diakibatkan oleh tumbukan meteor atau asteroid yang jatuh ke bumi, jenis gempa bumi ini jarang terjadi
  2. Gempa bumi runtuhan ; Gempa bumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.
  3. Gempa bumi buatan ; Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.

Penyebab terjadinya gempa bumi

Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itu lah gempa bumi akan terjadi.
Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.
Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi

Sejarah gempa bumi besar pada abad ke-20 dan 21

gempa 7,1 guncang biak city di indonesia * gempa 2,9 getarkan lembang* 7 April 2010, Gempa bumi dengan kekuatan 7.2 Skala Richter di Sumatera bagian Utara lainnya berpusat 60km dari Sinabang, Aceh. Tidak menimbulkan tsunami, menimbulkan kerusakan fisik di beberapa daerah, belum ada informasi korban jiwa.
  • 27 Februari 2010, Gempa bumi di Chili dengan 8.8 Skala Richter, 432 orang tewas (data 30 Maret 2010). Mengakibatkan tsunami menyeberangi Samudera Pasifik yang menjangkau hingga Selandia Baru, Australia, kepulauan Hawaii, negara-negara kepulauan di Pasifik dan Jepang dengan dampak ringan dan menengah.
  • 12 Januari 2010, Gempa bumi Haiti dengan episenter dekat kota Léogâne 7,0 Skala Richter berdampak pada 3 juta penduduk, perkiraan korban meninggal 230.000 orang, luka-luka 300.000 orang dan 1.000.000 kehilangan tempat tinggal.
  • 30 September 2009, Gempa bumi Sumatera Barat merupakan gempa tektonik yang berasal dari pergeseran patahan Semangko, gempa ini berkekuatan 7,6 Skala Richter (BMG Indonesia) atau 7,9 Skala Richter (BMG Amerika) mengguncang Padang-Pariaman, Indonesia. Menyebabkan sedikitnya 1.100 orang tewas dan ribuan terperangkap dalam reruntuhan bangunan.
  • 2 September 2009, Gempa Tektonik 7,3 Skala Richter mengguncang Tasikmalaya, Indonesia. Gempa ini terasa hingga Jakarta dan Bali, berpotensi tsunami. Korban jiwa masih belum diketahui jumlah pastinya karena terjadi Tanah longsor sehingga pengevakuasian warga terhambat.
  •  
  • 3 Januari 2009 - Gempa bumi berkekuatan 7,6 Skala Richter di Papua.
  • 12 Mei 2008 - Gempa bumi berkekuatan 7,8 Skala Richter di Provinsi Sichuan, China. Menyebabkan sedikitnya 80.000 orang tewas dan jutaan warga kehilangan tempat tinggal.
  • 12 September 2007 - Gempa Bengkulu dengan kekuatan gempa 7,9 Skala Richter
  • 9 Agustus 2007 - Gempa bumi 7,5 Skala Richter
  • 6 Maret 2007 - Gempa bumi tektonik mengguncang provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Laporan terakhir menyatakan 79 orang tewas [1].
  • 27 Mei 2006 - Gempa bumi tektonik kuat yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006 kurang lebih pukul 05.55 WIB selama 57 detik. Gempa bumi tersebut berkekuatan 5,9 pada skala Richter. United States Geological Survey melaporkan 6,2 pada skala Richter; lebih dari 6.000 orang tewas, dan lebih dari 300.000 keluarga kehilangan tempat tinggal.
  • 8 Oktober 2005 - Gempa bumi besar berkekuatan 7,6 skala Richter di Asia Selatan, berpusat di Kashmir, Pakistan; lebih dari 1.500 orang tewas.
  • 26 Desember 2004 - Gempa bumi dahsyat berkekuatan 9,0 skala Richter mengguncang Aceh dan Sumatera Utara sekaligus menimbulkan gelombang tsunami di samudera Hindia. Bencana alam ini telah merenggut lebih dari 220.000 jiwa.
  • 26 Desember 2003 - Gempa bumi kuat di Bam, barat daya Iran berukuran 6.5 pada skala Richter dan menyebabkan lebih dari 41.000 orang tewas.
  • 21 Mei 2002 - Di utara Afganistan, berukuran 5,8 pada skala Richter dan menyebabkan lebih dari 1.000 orang tewas.
  • 26 Januari 2001 - India, berukuran 7,9 pada skala Richter dan menewaskan 2.500 ada juga yang mengatakan jumlah korban mencapai 13.000 orang.
  • 21 September 1999 - Taiwan, berukuran 7,6 pada skala Richter, menyebabkan 2.400 korban tewas.
  • 17 Agustus 1999 - barat Turki, berukuran 7,4 pada skala Richter dan merenggut 17.000 nyawa.
  • 25 Januari 1999 - Barat Colombia, pada magnitudo 6 dan merenggut 1.171 nyawa.
  • 30 Mei 1998 - Di utara Afganistan dan Tajikistan dengan ukuran 6,9 pada skala Richter menyebabkan sekitar 5.000 orang tewas.
  • 17 Januari 1995 - Di Kobe, Jepang dengan ukuran 7,2 skala Richter dan merenggut 6.000 nyawa.
  • 30 September 1993 - Di Latur, India dengan ukuran 6,0 pada skala Richter dan menewaskan 1.000 orang.
  • 12 Desember 1992 - Di Flores, Indonesia berukuran 7,9 pada skala richter dan menewaskan 2.500 orang.
  • 21 Juni 1990 - Di barat laut Iran, berukuran 7,3 pada skala Richter, merengut 50.000 nyawa.
  • 7 Desember 1988 - Barat laut Armenia, berukuran 6,9 pada skala Richter dan menyebabkan 25.000 kematian.
  • 19 September 1985 - Di Mexico Tengah dan berukuran 8,1 pada Skala Richter, meragut lebih dari 9.500 nyawa.
  • 16 September 1978 - Di timur laut Iran, berukuran 7,7 pada skala Richter dan menyebabkan 25.000 kematian.
  • 4 Maret 1977 - Vrancea, timur Rumania, dengan besar 7,4 SR, menelan sekitar 1.570 korban jiwa, diantaranya seorang aktor Rumania Toma Caragiu, juga menghancurkan sebagian besar dari ibu kota Rumania, Bukares (BucureÅŸti).
  • 28 Juli 1976 - Tangshan, Cina, berukuran 7,8 pada skala Richter dan menyebabkan 240.000 orang terbunuh.
  • 4 Februari 1976 - Di Guatemala, berukuran 7,5 pada skala Richter dan menyebabkan 22.778 terbunuh.
  • 29 Februari 1960 - Di barat daya pesisir pantai Atlantik di Maghribi pada ukuran 5,7 skala Richter, menyebabkan kira-kira 12.000 kematian dan memusnahkan seluruh kota Agadir.
  • 26 Desember 1939 - Wilayah Erzincan, Turki pada ukuran 7,9, dan menyebabkan 33.000 orang tewas.
  • 24 Januari 1939 - Di Chillan, Chile dengan ukuran 8,3 pada skala Richter, 28.000 kematian.
  • 31 Mei 1935 - Di Quetta, India pada ukuran 7,5 skala Richter dan menewaskan 50.000 orang.
  • 1 September 1923 - Di Yokohama, Jepang pada ukuran 8,3 skala Richter dan merenggut sedikitnya 140.000 nyawa








Tim Kordinator Tagana Jawa timur By. Opered

Sabtu, Juni 12, 2010

Kawah Timor Ciptakan Antartika

salam relawan... salam Tagana..

Kawah meteor yang ditemukan di Laut Timor bisa jadi adalah terbesar pernah menghantam bumi, dan bahkan mungkin yang bertanggung jawab dalam menciptakan Antartika.

 
Kawah ini ditemukan oleh para ilmuwan dari Australian National University (ANU).
Saat ini yang disebut sebagai dampak dari asteroid terbesar di bumi adalah kawah di Siberia dengan lebar 62 mil.
Namun, kawah yang ditemukan oleh ANU sejauh ini baru diukur berdasarkan lebar dasar gunung-gunung yang mengelilinginya.
Yang terbesar Gunung Ashmore adalah 31 mil, menurut pakar dampak luar angkasa ANU Dr Andrew Glikson.
"Ukuran minimum dari kubah Gunung Ashmore.. adalah 50km, tetapi ukuran penuh kawah belum pasti dan dapat secara signifikan lebih besar," kata Dr Glikson.
Hanya satu kawah lain bisa dibandingkan yaitu Chesapeake dengan lebar 53 mil di dasar laut Virginia.
Dr Glikson mengatakan asteroid menghantam bumi selama periode pemboman intensif 35 juta tahun yang lalu. Hantaman itu menyebabkan penurunan tajam suhu global yang pada gilirannya mendahului pembentukan lapisan es Antartika.
Baik asteroid Siberia dan Chesapeake menghantam di sekitar waktu yang sama. Dan satu juta tahun kemudian, Drake Passage memotong Amerika Selatan dari daratan Antartika.
Dr Glikson mengatakan Antartika sejak saat itu bertindak sebagai termostat untuk iklim di bumi. Penelitiannya itu diterbitkan di Jurnal Ilmu Bumi Australia



Tim Kordinator Tagana Jawa timur By. Opered

Suhu Air Laut Mediterania Semakin Panas


salam relawan... salam Tagana

Lapisan air di sampai kedalaman 700 meter telah 'dipanaskan' hingga mencapai 0,64 watt.

Sebuah studi baru mengungkapkan suhu air pada Laut Mediterania Barat atau Laut Tengah mengalami peningkatan. Suhu air yang semakin panas itu diikuti dengan kadar garam yang tinggi di perairan itu.

Seperti dilansir livescience.com edisi 24 Mei 2010, setiap tahunnya suhu di bagian dalam laut Mediterania Barat meningkat sekitar 0,0036 derajat Fahrenheit atau sekitar 0,002 derajat Celcius.

Kondisi itu juga diikuti dengan meningkatnya kadar garam hingga level 0,001 unit salinitas (satuan kadar garam). Peningkatan itu sesuai dengan prediksi ilmuwan akan salah satu dampak dari efek global warming.

Kenaikan suhu dan kadar garam ini memang terdengar seperti peningkatan kecil. Tetapi, kenaikan itu terus mengalami percepatan sejak awal 1990. Rincian studi itu sudah pernah dimuat dalam jurnal Penelitian Geofisika edisi 1 April.

"Hasil penelitian menunjukkan tren yang konsisten. Tapi kita perlu memantau ini untuk tahun-tahun yang akan datang," kata peneliti kelautan dari Spanyol, Manuel Vargas-Yáñez.

Peneliti membagi suhu dan kadar garam lapisan Laut Mediterania itu menjadi tiga bagian. Lapisan atas berada pada kedalaman sekitar 200 meter dari permukaan laut, termasuk perairan dalam Atlantik.

Lapisan tengah di kedalaman sekitar 200-600 meter, termasuk cekungan barat Selat Sisilia dan lapisan dalam mulai dari kedalaman 600 ke atas.

Tingkat penguapan yang tinggi juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab kenaikan suhu. Faktor lain yang juga menjadi pemicu adalah kelembaban dan suhu atmosfir.

Bagian lapisan atas laut mengalami pemanasan yang cukup signifikan sejak 16 tahun terakhir. Penelitian dari 1993 sampai 2008 menyebutkan, lapisan air di sampai kedalaman 700 meter telah 'dipanaskan' hingga mencapai 0,64 watt permeter persegi.

"Itu sama dengan menambah energi dari 100.000.000 bom atom ke laut setiap tahunnya selama periode 16 tahun," kata John Lyman dari University of Hawaii.
 Tim Kordinator Tagana Jawa timur By. Opered

Bumi menua dan bencana alam adalah kewajaran

salam relawan... salam Tagana..

Bumi menua dan bencana alam adalah kewajaran

Dalam sebuah perbincangan, seorang kawan berkata, mungkin Tuhan memang tak sempurna menciptakan alam semesta. Ketidaksempurnaan itulah yang membuat banyak sekali bencana alam, seolah bumi sedang bermetamorfosis menuju “kesempurnaan”.

 


Atau sebaliknya, bumi sudah mencapai titik puncak kesempurnaannya dan sekarang sedang berbalik menuju kehancuran. Seperti teori kehidupan di mana ada fase tumbuh di keping waktu tertentu, lantas menuju fase kematian di keping waktu berikutnya.

Ketika gempa melanda Aceh dan tsunami menyusul beberapa menit kemudian, siapa pun tersadar betapa bumi bisa menjadi kejam hanya dengan sedikit guncangan. Itu pun tak lebih dari pergeseran lempeng-lempeng di dalam perut bumi, yang hanya sepersekian bagian, sehingga tak terasa bahkan sedikit saja di bagian bumi yang lain. Bayangkanlah bila guncangan itu terjadi di seluruh permukaan bumi.

Mekanisme alam semesta membuat bumi berputar pada porosnya sambil berjalan mengelilingi matahari sebagai pusat orbit. Dengan putaran yang ritmis itulah kehidupan berlangsung dengan baik. Berkat putaran itu pula bumi menjadi hidup dan kita ikut hidup dalam kehidupan itu, dengan sumber energi yang memadai, udara dan atmosfer yang seimbang, suhu dan cuaca yang bisa diadaptasi. Kalau putaran itu dihentikan 1 detik saja, maka semua benda di permukaan bumi, termasuk kita, akan terlempar berhamburan.
Cara yang mudah untuk membayangkannya begini: anggaplah bumi adalah sebuah bus yang sedang mengangkut 20 penumpang, dan melaju 100 km/jam. Dalam kecepatan seperti itu, bus langsung mendadak dihentikan. Apa yang terjadi pada semua penumpang di bus itu? Pastilah terlempar.

Begitulah bumi, yang melesat tak kurang dari 107 ribu km/jam di angkasa raya. Sebuah kecepatan yang tiada bandingannya dengan kendaraan tercepat apapun ciptaan manusia. Bumi memang harus melesat dengan kecepatan sedahsyat itu untuk menyelesaikan satu putaran mengitari matahari dalam setahun. Pernahkah terbayangkan bahwa kita sedang berdiri, duduk, makan, tidur dan segala aktivitas lain sehari-hari, di permukaan sebuah benda yang bergerak 107 ribu km/jam? Dan menurut perhitungan para ilmuan, semua ini telah berlangsung selama lebih dari 5 miliar tahun!

Lantas mengapa mekanisme istimewa yang mahadahsyat dan mahaterjaga itu masih menyisakan kisah tentang kehancuran-kehancuran alam? Apakah itu semacam reaksi fisika yang memang harus terjadi dalam fenomena ini? Atau malah karena ulah manusia, sebagai makhluk paling pandai yang hidup di muka bumi?

Ada bencana yang harus dilihat dari sudut pandang alamiah, karena memang merupakan bagian dari proses bumi yang terus hidup, tumbuh dan bergerak. Sebutlah gempa dan gunung meletus, yang memang sulit disimpulkan sebagai akibat dari ulah manusia. Pada bencana alam seperti ini, orang akan menyebutnya sebagai “ujian dari Tuhan”.
Tetapi tak sedikit bencana yang bermula dari kecerobohan penduduk bumi sendiri, sehingga kurang tepat disebut sebagai bencana alam. Bila gunung runtuh dan longsorannya menenggelamkan sebuah kampung, maka itu mestinya disebut sebagai bencana manusia, ketika keruntuhan gunung tersebut disebabkan oleh gundulnya hutan yang ditebangi tanpa ampun, tentu saja oleh manusia.

Kearifan manusia kepada bumi memang sebuah kampanye yang terus didengungkan banyak kalangan. Apalagi tidak seorang pun yang bisa memprediksi, dengan umur setua sekarang, masih berapa lamakah bumi bisa bertahan? Menjaga bumi dari kehancuran harus dipahami seperti usaha menjaga kondisi sehat seorang manusia uzur.




Tim Kordinator Tagana Jawa timur By. Opered