Minggu, Desember 02, 2012

Sabtu, April 07, 2012

TEKNOLOGY PERINGATAN DINI GEMPA

salam relawan... salam Tagana..


Semua gempa bumi menghasilkan serangkaian berbagai jenis gelombang kejut, yang bergerak pada kecepatan yang berbeda dan membawa jumlah energi yang berbeda. Gelombang kejut tercepat, dan yang pertama tiba, disebut gelombang P. Ini perjalanan sekitar dua kali secepat gelombang kejut berikutnya tercepat dan jarang menimbulkan kerusakan. Gelombang kejut berikutnya tiba disebut gelombang geser (atau S gelombang), diikuti oleh gelombang Love dan gelombang Rayleigh, yang menyebabkan sebagian besar kerusakan oleh gempa bumi.

Sejak tiba gelombang P pertama, mereka dapat memberikan pemberitahuan terlebih dahulu dari goncangan berat untuk diikuti. Waktu habis sekitar 1 detik untuk setiap 5 mil jarak ke Hiposenter gempa. Jumlah ini dapat memberikan peringatan sistem otomatis banyak waktu untuk merespon dan cukup waktu bagi orang untuk bereaksi.

Penggunaan gelombang P untuk menghasilkan sistem peringatan dini telah terhambat di masa lalu oleh dua masalah teknis: bagaimana menghilangkan positif palsu (memicu pada getaran buatan manusia), dan bagaimana membedakan antara gempa bumi kecil (yang harus diabaikan) dari yang besar. SWS telah memecahkan kedua masalah ini.
Prinsip Operasi
Sistem peringatan QuakeGuard seismik bergantung pada deteksi dini non-destruktif, gelombang bergerak cepat yang berasal dari asal gempa.

Gempa bumi menghasilkan empat jenis gelombang yang berasal dari perusahaan Hiposenter; P atau gelombang primer, S atau gelombang geser, gelombang L atau Cinta, dan gelombang R atau Rayleigh. P-gelombang, non-destruktif dan tak terlihat bagi manusia, adalah gelombang gerak vertikal yang bergerak lebih cepat dan dapat dirasakan jauh lebih awal, tergantung pada jarak dari pusat gempa, dari S-destruktif dan R-gelombang.

Teknologi QuakeGuard mendeteksi non-destruktif P-gelombang sementara filtering sumber getaran yang dapat menyebabkan alarm palsu. Penghapusan peringatan palsu adalah hasil dari algoritma dipatenkan QuakeGuard itu DSP bahwa getaran terdeteksi filter untuk mengisolasi bentuk gelombang tanda tangan dari peristiwa seismik yang baru saja terjadi. Tergantung pada komposisi geologi dari medan dan jarak dari pusat gempa dari peristiwa seismik, peringatan 10 sampai 60 detik adalah mungkin.

2008 Amerika Serikat National Peta Bahaya Gempa
Kekayaan Intelektual
SWS telah menerima beberapa paten untuk membedakan antara tremor bumi konvensional dan mereka yang merupakan prekursor untuk gempa bumi, dan penggunaan beberapa sensor untuk membedakan antara getaran buatan manusia dan gempa bumi. Paten ini mencakup teknologi untuk menghilangkan positif palsu, yang merupakan pembeda utama, sensor desain canggih dan teknik sinyal beberapa analisis. SWS memiliki aplikasi paten internasional sesuai tertunda.
Tes Universitas British Columbia
"Hasil tes menunjukkan, secara umum, bahwa QuakeGuardTM cukup sensitif untuk mendeteksi gerakan vertikal tanah kecil, sehingga memberikan waktu peringatan sebelum kedatangan gerakan horisontal lebih merusak yang dihasilkan oleh gempa bumi waktu Peringatan akan memungkinkan pengguna cukup waktu untuk mengambil pencegahan. tindakan saat terjadi goncangan gempa yang akan datang. Waktu peringatan akan tergantung, tentu saja, pada jenis gempa, jarak epicentral dan fokus, dan kondisi geologi dari situs di mana perangkat akan dipasang. "

Dr Carlos E. Ventura,
Gempa Research Laboratories,
Universitas British Columbia.



 Tim Kordinator Tagana Jawa timur By. Opered

Pengertian Siklus Hidrologi dan Penyebab Terjadinya

salam relawan... salam Tagana..


Pengertian Siklus Hidrologi dan Penyebab Terjadinya


Jumlah air di Bumi adalah tetap. Perubahan yang dialami air di bumi hanya terjadi pada sifat, bentuk, dan persebarannya. Air akan selalu mengalami perputaran dan perubahan bentuk selama siklus hidrologi berlangsung. Air mengalami gerakan dan perubahan wujud secara berkelanjutan. Perubahan ini meliputi wujud cair, gas, dan padat. Air di alam dapat berupa air tanah, air permukaan, dan awan.
Air-air tersebut mengalami perubahan wujud melalui siklus hidrologi. Adanya terik matahari pada siang hari menyebabkan air di permukaan Bumi mengalami evaporasi (penguapan) maupun transpirasi menjadi uap air. Uap air akan naik hingga mengalami pengembunan (kondensasi) membentuk awan. Akibat pendinginan terus-menerus, butir-butir air di awan bertambah besar hingga akhirnya jatuh menjadi hujan (presipitasi).
Selanjutnya, air hujan ini akan meresap ke dalam tanah (infiltrasi dan perkolasi) atau mengalir menjadi air permukaan (run off). Baik aliran air bawah tanah maupun air permukaan keduanya menuju ke tubuh air di permukaan Bumi (laut, danau, dan waduk). Inilah gambaran mengenai siklus hidrologi.
Jadi siklus hidrologi adalah lingkaran peredaran air di bumi yang mempunyai jumlah tetap dan senantiasa bergerak. Siklus Hidrologi adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan sirkulasi atau peredaran air secara umum.Siklus hidrologi terjadi karena proses-proses yang mengikuti gejala-gejala meteorologi dan klimatologi sebagai berikut:
  • Evaporasi, yaitu proses penguapan dari benda-benda mati yang merupakan proses perubahan dari wujud air menjadi gas.
  • Transpirasi, yaitu proses penguapan yang dilakukan oleh tumbuh-tumbuhan melalui permukaan daun.
  • Evapotranspirasi, yaitu proses penggabungan antara evaporasi dan transpirasi.
  • Kondensasi, yaitu perubahan dari uap air rnenjadi titik-titik air (pengembunan) akibat terjadinya penurunan salju.
  • Infiltrasi, yaitu proses pembesaran atau pergerakan air ke dalam tanah melalui pori-pori tanah.

Secara umum macam-macam siklus hidrologi berdasarkan jalur yang dilewati air dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut:
  • Siklus pedek, yaitu penguapan terjadi di permukaan laut, kemudian terbentuk awan dan akhirnya terjadilah hujan di kawasan laut.
  • Siklus sedang, yaitu proses penguapan dari laut maupun dari darat kemudian terbentuk awan. Awan terbawa angin ke wilayah daratan yang menyebabkan hujan di daratan, kemudian air mengalir lagi ke laut melalui sungai di permukaan.
  • Siklus panjang, yaitu penguapan terjadi di permukaan laut, kemudian terbentuk awan. Awan terbawa angin ke daratan yang menyebabkan hujan di daratan, kemudian air mengalir ke laut melalui sungai permukaan dan aliran bawah tanah.
Secara umum macam-macam siklus hidrologi berdasarkan jalur yang dilewati air dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut:
  • Siklus pedek, yaitu penguapan terjadi di permukaan laut, kemudian terbentuk awan dan akhirnya terjadilah hujan di kawasan laut.
  • Siklus sedang, yaitu proses penguapan dari laut maupun dari darat kemudian terbentuk awan. Awan terbawa angin ke wilayah daratan yang menyebabkan hujan di daratan, kemudian air mengalir lagi ke laut melalui sungai di permukaan.
  • Siklus panjang, yaitu penguapan terjadi di permukaan laut, kemudian terbentuk awan. Awan terbawa angin ke daratan yang menyebabkan hujan di daratan, kemudian air mengalir ke laut melalui sungai permukaan dan aliran bawah tanah.


Tim Kordinator Tagana Jawa timur
By. Operator

Sabtu, Maret 10, 2012

BANJIR KEMBALI MERENDAM PEMUKIMAN CURAHLELE JEMBER

salam relawan... salam Tagana..

Kamis, 08 Maret 2012 07:35:32 WIB
BANJIR KEMBALI MERENDAM PEMUKIMAN CURAHLELE JEMBER

Ribuan rumah warga di Dusun Curahlele, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terendam banjir. Hujan yang mengguyur Jember sejak Rabu sore membuat air Sungai Curahnongko kembali meluap. Ketinggian air sekitar 70-90 centimeter. Bahkan, di bagian yang rendah, ketinggian bisa mencapai hampir dua meter. Sekitar 1.500 rumah terendam banjir. Ini jalan raya desa pun terendam air sekitar 50 centimeter," kata Kepala Desa Wonoasri Budi Santoso.
banjir disebabkan dua faktor. Air berasal dari area gunung hutan Curahnongko dan Andongrejo yang memang gundul. Saat hujan deras, air masuk ke sungai Curahnongko yang melintasi Kebun Kotta Blater PT Perkebunan Nusantara 12. Air sungai itu meluap, saat arus Sungai Mayang dan Sungai Sanenrejo membesar dan bertemu


 Tim Kordinator Tagana Jawa timur By. Opered

Sabtu, Mei 07, 2011

Sungai Kemuning Meluap, Banjir Landa Sampang Kota

salam relawan... salam Tagana..

Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Sampang Kota, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur akibat luapan Sungai Kemuning yang tidak mampu menampung debit air hujan yang mengguyur Kabupaten Sampang dalam tiga hari terakhir ini semakin tinggi.

Dari pantauan Jumat (6/5) siang ini, sebanyak empat dusun di Desa Kemuning Kecamatan Sampang, yakni Dusun Pereng, Dusung Lengkong, Dusun Manti dan Dusun Teplen, tergenang banjir dengan ketinggian hingga 1-1,5 meter. Banjir merendam sekitar 125 rumah warga.

Banjir juga merendam sekitar 30 rumah warga di Desa Banyumas, dengan ketinggian mencapai 1,5 meter. Rumah warga hanya terlihat atapnya saja.

Tim Kordinator Tagana Jawa timur By. Opered

Jumat, Mei 06, 2011

BANJIR SAMPANG MELUAS

Jumat, 06/05/2011 09:57 WIB

Banjir di Sampang Meluas




salam relawan... salam Tagana..

Setelah diguyur hujan semalaman, genangan banjir yang merendam Kota Sampang makin meluas. Bila kemarin banjir hanya menggenangi Kelurahan Gunung Sekar, hari ini, Jumat (6/5/2011) banjir merendam 3 kelurahan dan 3 desa di Kota Bahari.

Walhasil, banjir dengan ketinggian bervariasi antara 50 cm - 120 cm itu merendam ribuan rumah penduduk yang menyebar di Kelurahan Dalpenang. Rongtengah dan Kelurahan Gunung Sekar, Desa Gunung Maddah. Panggung dan Desa Paseyan.

Selain merendam ribuan rumah penduduk, banjir melumpuhkan jalur Kota Sampang menuju Kecamatan Omben dan Kecamatan Karangpenang.

Banjir juga menghalangi proses pendidikan. Sejumlah sekolah terpaksa meliburkan siswanya. Seperti SDN Dalpenang 1 dan 2, SDN Rongtengah 1 di Jalan Bahagian, dan SDN Gunung Sekar.

"Jumat pagi ini, genangan banjir makin meninggi. Terpaksa anak-anak saya yang sekolah di SDN Dalpenang 1 membolos. Apalagi, banjir telah masuk dan menggenangi ruang kelas sekolahnya," terang Ahmad Ali yang tinggal di Jalan Melati Kelurahan Dalpenang, Jumat (6/5/2011).

Ali sendiri mengaku tidak masuk kantor. Ali yang bekerja di Kantor Dinas Perhubungan Sampang itu, telah menelepon atasannya untuk minta izin mengevakuasi peralatan rumah tangga di rumahnya.

"Saya telah minta izin atasan untuk membantu istri menyelamatkan barang-barang rumah tangga dari genangan air. Saya sendiri telah membangun loteng khusus evakuasi barang disaat banjir," papar Ali.

Ali berharap, genangan banjir segera surut. Harapan Ali dan warga Kota Sampang tampaknya akan terealisir. Sebab, curah hujan telah berhenti dan memungkinkan badan sungai Kamuning menampung limpahan banjir dan membawanya ke arah hilir di pantai selatan Kota Sampang.

Tim Kordinator Tagana Jawa timur By. Opered
salam relawan... salam Tagana..

PEDOMAN SIAGA BANJIR
Prosedur Pengendalian Banjir
Prosedur Pengendalian Banjir
NORMAL
Pemantauan parameter banjir: Kantor Pusat dilakukan oleh Petugas FFWS atau Operator Telkom. Divisi Jasa ASA dilakukan oleh Pengamat dan Juru Pintu.

KONDISI SIAGA KUNING  Petugas Piket Banjir memantau perkembangan tinggi muka air dan debit setiap 30 menit dan menyampaikan laporan tertulis (via faksimil) ke Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur, SATKORLAK PB Provinsi, SATLAK PB Kab/Kota dan Insatansi terkait tiap 6 jam atau sesuai arahan Direksi. Petugas Piket Banjir segera melapor ke Ka. BMM, Ka. BPO dan Ka. DJA Ka. BMM, Ka. BPO dan Ka. DJA melalui Petugas Piket Banjir memantau perkembangan kondisi, mengevaluasi dan melapor ke Direktur Teknik atau Direktur Pengelolaan atau Direktur AK. Direktur Teknik atau Direktur Pengelolaan atau Direktur AK memberi arahan tentang kemungkinan Rencana Tindak Darurat (RTD) atau tindakan pengamanan lain yang perlu dilakukan.
KONDISI SIAGA MERAH   Petugas Piket Banjir memantau perkembangan tinggi muka air dan debit setiap 15 menit dan menyampaikan laporan laporan tertulis (via faksimil) ke Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur, SATKORLAK PB Provinsi, SATLAK PB Kab/Kota dan Insatansi terkait sesuai keadaan dan rekomendasi direksi Petugas Piket Banjir segera melapor ke Ka. BMM, Ka. BPO dan Ka. DJA Ka. BMM, Ka. BPO dan Ka. DJA melalui Petugas Piket Banjir memantau perkembangan kondisi, melakukan evaluasi serta melapor ke Direksi Direksi menentukan RTD atau tindakan pengamanan lain yang perlu segera dilakukan oleh Ka. BMM, Ka. BPO dan Ka. DJA .
Ka. BMM, Ka. BPO dan Ka. DJA berkoordinasi dengan SATLAK PBP, Balai PSAWS, dan Instansi terkait setempat untuk melaksanakan tindak darurat bersama-sama sesuai arahan Direksi.
 KONDISI TERJADI BENCANA BANJIR
Petugas Piket Banjir segera melapor ke Ka. BMM, Ka. BPO dan Ka. DJA, Direksi serta ke Satlak PBP Kab/Kota dan Satkorlak PBP Provinsi. Ka. BMM, Ka. BPO dan Ka. DJA berkoordinasi dengan SATLAK PBP, Balai PSAWS, dan Instansi terkait setempat untuk melakukan pengendalian darurat. Ka. DJA membuat Laporan Awal Kejadian Banjir, dan dikirimkan (faks) kepada Dirjen SDA, Direksi, Dinas PU Pengairan Provinsi, dan instansi terkait paling lambat 1 x 24 jam Ka. DJA melakukan perbaikan prasarana yang rusak akibat bencana banjir. Direksi melalui BPO membuat Laporan Kejadian Bencana Banjir dan mengirimkan ke pihak ekstern (Dirjen SDA, Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur, SATLAK PBP dan SATKORLAK PBP Provinsi, Instansi terkait).




Tim Kordinator Tagana Jawa timur By. Opered

BENGAWAN SOLO SIAGA 1

salam relawan... salam Tagana..

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro semakin meluas. Data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Bojonegoro mencatat sudah ada 5 Kecamatan yang terendam air. Yakni Kecamatan Ngraho yang di dalamnya ada 2 Desa terendam, di Kecamatan Kepohbaru ada 8 desa kebanjiran, Kecamatan Kanor terdapat 4 Desa terendam, di Kecamatan Padangan terdapat 2 desa kebanjiran dan di Kecamatan Sumberrejo tercatat ada 4 desa yang kebanjiran. Dari semua wilayah itu, terhitung sudah ada 115 KK (kepala keluarga) yang rumahnya terendam air. Selain itu, tercatat ada 184 hektar sawah dengan tanaman padi umur 20 hingga 70 hari terendam, dan jalan poros desa sepanjang 1.150 meter serta jalan poros kecamatan 20 km.   Menurut Kasianto, Kepala BPDB Bojonegoro, banjir kali ini akibat hujan lokal yang terjadi sejak sejak kemarin siang terus mengguyur wilayah bojonegoro. Selain merendam sejumlah wilayah di 5 kecamatan, hujan juga mengakibatkan air Bengawan Solo terus naik,   Sejak Kamis (24/3/2011) status Bengawan Solo sudah Siaga 2 dalam posisi 14,27 pilscale. Ini merupakan peningkatan yang cepat setelah pada Kamis dinihari statusnya siaga satu. Jika kondisi air terus meningkat, maka daerah sepanjang pinggiran Bengawan bakal terendam banjir.   Diungkapkan, banjir kali ini juga telah mengakibatkan dua tanggul sungai di Kecamatan Kanor jebol. Yakni tanggul di Desa Palembon dan Desa Pesen. Setelah air meluber, sekarang ini warga berusaha menutup tanggul dengan tumpukan sak berisi pasir.   “Upaya tersebut dilakukan supaya air tidak terus meluber ke permukiman penduduk. Dan sampai saat ini, kerugian akibat banjir ditaksir sudah mencapai ratusan juta karena termasuk banyaknya lahan pertanian yang rusak


Tim Kordinator Tagana Jawa timur By. Opered

BENGAWAN SOLO SIAGA 1

salam relawan... salam Tagana..

Selain di Solo, banjir juga terjadi di Mojolaban, Sukoharjo setelah anak Sungai Bengawan Solo, Sungai Samin meluap. Banjir juga terjadi di Juwiring, Klaten setelah air Sungai Bloro meluber ke permukiman. Di Solo, banjir mencapai 1,5 meter, seperti yang terjadi di Kelurahan Sewu, Jebres. Sedikitnya 136 rumah tergenang banjir dengan ketinggian 0,5 meter hingga 1,5 meter. Air Sungai Bengawan Solo mulai naik sekitar pukul 15.00 WIB. Daerah yang paling parah tergenang banjir adalah Kampung Putat.
Warga yang sudah terbiasa menghadapi banjir, tak panik melihat air mulai memasuki permukiman. Barang elektronik dan anak-anak langsung diungsikan saat air terus naik. Dua tenda pengungsian juga langsung didirikan di tanggul lama.
Hingga Kamis malam, warga terus bersiaga karena masih tingginya debit air Sungai Bengawan Solo. Apalagi dikhawatirkan daerah hulu seperti Wonogiri, Klaten, Karanganyar dan Sukoharjo masih diguyur hujan. ”Pukul 19.00 WIB, banjir mencapai titik puncak. Setelah puncak, kiriman air dari sungai di wilayah hulu seperti Dengkeng di Klaten, Sungai Samin di Karanganyar dan saluran Dam Colo di Sukoharjo terus turun,” ujar Koordinator Komunikasi Tim PBP Kelurahan Sewu, Joko Sutopo, Kamis malam.
Dia mengaku terus memantau perubahan debit air Sungai Bengawan Solo setiap jam. Beberapa petugas Linmas kelurahan juga berpatroli untuk memantau perkembangan korban banjir.
Informasi yang dihimpun Espos banjir Kali Pepe juga sempat menggenangi Taman Cerdas Gandekan, Jebres beberapa saat. Banjir setinggi paha orang dewasa mulai terjadi pukul 14.45 WIB dan susut sekitar pukul 15.30 WIB.
Di Kecamatan Pasar Kliwon, sejumlah rumah yang terletak di RT 4-5/RW XIII, Dadapan, Sangkrah, Pasar Kliwon terendam banjir hingga setinggi 60 cm. Ada sekitar 50 rumah yang tergenang banjir. Namun Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB, air sudah mulai surut. Surutnya air banjir mulai pukul 19.00 WIB. Ketua RT 5/RW XIII Dadapan, Sangkrah, Tukino Ulun, mengatakan sebanyak 20 rumah di wilayahnya terendam banjir setinggi kurang lebih 40 cm.
Sementara 10 rumah lain yang terletak di pinggir bantaran Sungai Bengawan Solo dan Kali Pepe dilanda banjir hingga setinggi lutut orang dewasa. ”Di sini sejak pagi hingga siang turun hujan cukup lebat. Sekitar pukul 14.00 WIB, air sudah mulai meluap. Akhirnya pada pukul 16.00 WIB, air masuk rumah warga,” terangnya.
Banjir tersebut, menurut dia, tak seperti biasanya yang sering datang pada malam hari. Dia menilai banjir kali ini merupakan kiriman dari beberapa daerah seperti Klaten dan Karanganyar. Oleh karena itu, dirinya tetap waspada jika sewaktu-waktu terjadi banjir susulan. ”Walaupun di Solo sudah reda tapi jika di daerah itu masih hujan, besar kemungkinan limpasan air tinggal menunggu waktu,” ujarnya.
Ketua RT 4/RW XIII Dadapan, Sumarno, menyatakan di wilayahnya sebanyak 20 rumah terendam banjir hingga setinggi 30 cm mulai pukul 14.00 WIB. Sementara air mulai memasuki rumah warga sekitar pukul 17.00 WIB.
Warga mulai membangun tenda pengungsian pada sore hari. Hal tersebut menyusul air yang memasuki rumah warga. ”Sejumlah warga akan tinggal sementara di tenda pengungsian hingga menunggu air benar-benar surut,” ucapnya.
Penjaga pintu air Demangan, Sri Waluyo, mengaku sudah menutup pintu air sekitar pukul 14.00 WIB. Hal itu dilakukan karena ketinggian air Bengawan Solo lebih tinggi dibanding ketinggian Kali Pepe. ”Sejumlah pompa penyedot air juga kami nyalakan menyusul ditutupnya pintu air. Namun sekitar pukul 16.30 WIB, satu pompa besar kami matikan karena air sudah mulai menyusut,” ujarnya.
Dia memrediksi penyedotan akan berlangsung hingga Jumat (6/5) pagi menyusul tidak menentunya cuaca di wilayah Solo dan sekitarnya. ”Banjir ini kan kiriman dari beberapa daerah seperti Wonogiri, Klaten dan Karanganyar. Kondisi di sini sangat tergantung curah hujan di beberapa daerah itu.”
Banjir anak Sungai Bengawan Solo, Sungai Samin, juga merendam puluhan rumah warga di Desa Tegal Made dan Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Kamis. Air merendam 74 rumah warga di Dukuh Nuwut RT 1/RW II serta Dukuh Kesongo RT 1/RW II dan RT 4/RW II, Desa Tegal Made.
”Sekitar pukul 15.00 WIB, ketinggian air di Sungai Samin terus naik hingga meluap ke rumah-rumah warga,” jelas Kadus II Desa Tegal Made, Sumanto.
Warga setempat mulai mengungsi ke tempat-tempat aman mulai pukul 16.00 WIB. Mereka juga mengungsikan barang-barang dan hewan ternak ke daerah yang lebih aman. ”Warga sudah berjaga-jaga. Semalaman warga tidak akan tidur. Tim SAR sudah mengecek ke sini,” kata Sumanto.
Banjir juga terjadi di Jetis, Kecamatan Sukoharjo. Sebagian besar jalan kampung di kelurahan tersebut terendam air, akibat sistem drainase tidak lancar. Wakil Komandan Operasional SAR Sukoharjo, Muclis, mengatakan Tim SAR terus memantau daerah-daerah rawan banjir di Sukoharjo.
Di Klaten, sebanyak 400-an rumah di Desa Jetis, Kecamatan Juwiring, Klaten terendam banjir, Kamis. Banjir berasal dari luapan Kali Bloro disertai hujan deras yang mengguyur Klaten sejak Rabu (4/5) malam. Akibatnya, jalan utama desa putus. ”Setiap hujan deras, Desa Jetis pasti kebanjiran,” papar Kepala Desa Jetis, Sri Sumedi, saat ditemui wartawan.
Banjir terparah terjadi di Dukuh Terban, Desa Jetis. Ketinggian air di perdukuhan tersebut mencapai 80 cm. Banjir juga diakibatkan jebolnya empat tanggul yang berlokasi di di Dukuh Daleman, Dukuh Terban, Dukuh Maron dan Dukuh Guguran. ”Setiap tanggul di empat pedukuhan itu jebol sepanjang 2,5 meter. Banjir juga menggenangi areal persawahan seluas 10 hektare,” paparnya.
Hujan dan luapan Kali Bloro, imbuh Sumedi, juga merendam SDN 1 Jetis. Ketinggian muka air mencapai 50 cm di sekitar SD yang berdekatan dengan Kali Bloro itu. Banjir juga meluber ke dua desa di Kecamatan Karangdowo yakni Desa Kupang dan Desa Bakungan. Air menggenangi jalan desa dengan ketinggian muka air 25 cm. Bahkan, salah satu rumah warga Desa Kupang, Marsudi, 40, tergerus akibat banjir.



Tim Kordinator Tagana Jawa timur By. Opered

Kamis, Maret 24, 2011

rf gateway.rar - 4shared.com - penyimpanan dan berbagi-pakai file online - unduh - rf gateway.rar

rf gateway.rar - 4shared.com - penyimpanan dan berbagi-pakai file online - unduh - <a href="http://www.4shared.com/file/r6b4MoJH/rf_gateway.html" target="_blank">rf gateway.rar</a>

salam relawan... salam Tagana..Tim Kordinator Tagana Jawa timurBy. Opered

rf gateway.rar - 4shared.com - penyimpanan dan berbagi-pakai file online - unduh - rf gateway.rar

rf gateway.rar - 4shared.com - penyimpanan dan berbagi-pakai file online - unduh - <a href="http://www.4shared.com/file/r6b4MoJH/rf_gateway.html" target="_blank">rf gateway.rar</a>

salam relawan... salam Tagana..Tim Kordinator Tagana Jawa timurBy. Opered

Senin, Januari 03, 2011

update banjir bandang

salam relawan... salam Tagana..

Senin, 3 Januari 2011 02:24 WIB

Trenggalek
Banjir bandang kembali menerjang Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Seorang warga tewas diterjangan banjir bandang

Janazah Rudi Handoko warga Desa Jati, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur untuk sementara di semayamkan di masjid desa setempat sambil menunggu air banjir yang merendan pemukiman warga berangsur surut.

Menurut Mito adik korban, Rudi menjadi korban banjir bandang saat tertidur di kamarnya dalam kondisi sakit.Nyawa Rudi tidak terselamatkan setelah keluarga yang berusaha menyelamatkannya.

Di Desa Jati, Kecamatan Karangan, Trenggalek selain menewaskan satu warga banjir bandang ini juga merobohkan dua rumah warga hingga rata dengan tanah.

Beberapa warga menuturkan, banjir datang begitu cepat dan langsung menerjang pemukiman warga setelah sebelumnya hujan deras selama tiga jam mengguyur Kabupaten Trenggalek.

Hingga saat ini ketinggian air yang merendnam pemukiman warga masih selutut orang dewasa. Meski berangsur surut banjir hingga kini masih merendam ratusan rumah di empat kecamatan yaitu Kecamatan Suruh, Kecamatan Karangan, Kecamatan Tugu dan Kecamatan Kota Trenggalek.

Meski warga khawatir akan datangnya banjir susulan, namun mereka belum mau mengungsi ketempat yang lebih aman.

By. Opered
Tim Kordinator Tagana Jawa timur 
salam relawan... salam Tagana.. 

03/01/2011 11:40 
Trenggalek: pascabanjir bandang di kecamatan trenggalek, jawa timur, aktivitas warga di tiga kecamatan, suruh, karangan, dan tugu, senin (3/1) lumpuh total. Sejumlah rumah warga roboh dan rusak diterjang banjir. Puluhan hewan ternak warga ditemukan mati dan sebagian lainnya hilang.

Seperti rumah milik budi, warga desa jati, kecamatan karangan, kabupaten trenggalek, yang ambruk di bagian tembok dan dapur rumahnya. Beruntung, tidak ada korban jiwa karena saat air menerjang seluruh penghuni rumah langsung menyelamatkan diri.

Hingga kini, air setinggi 30 cm masih menggenangi permukiman warga di kecamatan karangan. Sejumlah sekolah pun terpaksa diliburkan karena seluruh ruang kelas tertimbun lumpur setebal 5 hingga 10 cm. Para siswa pun hanya membersihkan ruang kelas.

Warga terus berusaha membersihkan timbunan lumpur dan perabotan rumah tangga yang kotor. Mereka berharap, pemerintah kabupaten trenggalek segera memberikan bantuan makanan dan minuman. Warga juga berharap pemerintah bersedia mengganti ternak mereka yang hilang dan mati terseret banjir.
  


By. Opered
Tim Kordinator Tagana Jawa timur