Sabtu, Juli 10, 2010

Banjir di Konawe

salam relawan... salam Tagana..

Banjir di Konawe PDF Cetak E-mail
Kamis, 08/07/2010 09:31:06              
Sampai dengan hari Rabu, 7 Juli 2010, bencana banjir di dua kecamatan (Ibuya dan Puriala) kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara yang terjadi semenjak tanggal 30 Juni 2010 masih belum surut. Banjir merendam ± 200 unit rumah dan menyebabkan 334 jiwa mengungsi.
Banjir tersebut tidak menyebabkan korban meninggal namun sebanyak 500 ha sawah dan 30 ha kebun coklat terendam banjir. Selain itu sebanyak 2 unit mesjid, 1 unit poliklinik, 1 unit kantor, 1 unit sekolah dan 1 unit jembatan juga terendam.

BPBD Kabupaten Konawe telah melakukan tindakan penanganan darurat berupa pemberian bantuan obat-obatan, beras, mie instan, sarden dan tenda darurat serta mendirikan dapur umum dan pemberian pelayanan kesehatan.

Tim Kordinator Tagana Jawa timur By. Opered

Banjir di Konawe

salam relawan... salam Tagana..

Kamis, 08/07/2010 09:31:06

Sampai dengan hari Rabu, 7 Juli 2010, bencana banjir di dua kecamatan (Ibuya dan Puriala) kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara yang terjadi semenjak tanggal 30 Juni 2010 masih belum surut. Banjir merendam ± 200 unit rumah dan menyebabkan 334 jiwa mengungsi.
Banjir tersebut tidak menyebabkan korban meninggal namun sebanyak 500 ha sawah dan 30 ha kebun coklat terendam banjir. Selain itu sebanyak 2 unit mesjid, 1 unit poliklinik, 1 unit kantor, 1 unit sekolah dan 1 unit jembatan juga terendam.

BPBD Kabupaten Konawe telah melakukan tindakan penanganan darurat berupa pemberian bantuan obat-obatan, beras, mie instan, sarden dan tenda darurat serta mendirikan dapur umum dan pemberian pelayanan kesehatan.

Tim Kordinator Tagana Jawa timur By. Opered

Jumat, Juli 09, 2010

TARUNA SIAGA BENCANA PROP. JAWA TIMUR: Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)

salam relawan...

Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS)

Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) adalah potensi dan kemampuan yang ada dalam masyarakat baik manusiawi, sosial maupun alami, yang dapat digali dan didayagunakan untuk menangani dan mencegah timbul dan berkembangnya permasalahan kesejahteraan sosial dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berikut ini akan dijelaskan secara terinci definisi operasional dan karakterisitik dari masing-masing jenis Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) :

1. PEKERJA SOSIAL MASYARAKAT (PSM)

Adalah warga masyarakat (perorangan) yang atas dasar rasa kesadaran dan tanggung jawab social serta didorong oleh rasa kebersamaan, kekeluargaan dan kesetiakawanan social secara sukarela mengabdi di bidang kesejahteraan social dan telah mengikuti bimbingan dan pelatihan di bidang Usaha Kesejahteraan Sosial.

CIRI-CIRINYA ADALAH :

• Perorangan, Usia sekurang-kurangnya 18 tahun

• Mengabdi di bidang kesejahteraan sosial atas dasar ketulusan, kerelaan dan keikhlasan

• Memiliki pengalaman dan kemampuan melaksanakan usaha kesejahteraan sosial

• Telah mengikuti pelatihan/kursus/bimbingan di bidang usaha kesejahteraan sosial

2. WANITA PEMIMPIN KESEJAHTERAAN SOSIAL (WPKS)

Adalah Pemimpin Wanita/Tokoh Masyarakat Wanita yang mempunyai kemampuan untuk memimpin dan melaksanakan kegiatan Usaha Kesejahteraan Sosial.

CIRI-CIRINYA ADALAH :

1. Usia 18 tahun ke atas atau sudah menikah

2. Dikaderkan oleh masyarakat setempat

3. Sudah mengikuti pelatihan kepemimpinan bidang kesejahteraan sosial

3. ORGANISASI SOSIAL (ORSOS)

Adalah Lembaga, Yayasan, Badan Sosial, LSM atau Perkumpulan Masyarakat yang berbadan hokum atau tidak berbadan hokum, yang bergerak di Bidang UKS, termasuk Organisasi Tingkat Desa.

CIRI-CIRINYA ADALAH :

1. Mempunyai Nama, Struktur Organisasi dan Alamat yang jelas

2. Mempunyai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga

3. Berbadan Hukum atau tidak Berbadan Hukum (mempunyai Akte Notaris dan Akte Pendirian Lainnya)

4. Mempunyai Pengurus dan Program Kerja

5. Kegiatan pokok dalam Bidang Usaha Kesejahteraan Sosial

Adapun Kategori Organisasi Sosial (ORSOS) sebagai berikut :

1. Type A

a. Anggaran Dasar merupakan bagian dari Akte Pendirian yang disyahkan oleh Notaris dan Departemen Kehakiman

b. Mempunyai Anggaran Rumah Tangga yang sudah disyahkan oleh Badan Pengurus

c. Mempunyai Legalisasi/Tanda Daftar Diri dari Dinas Sosial, Sospol, Kanwil Depsos, Depsos RI yang masih berlaku

d. Sudah mengikuti Latihan Manajemen Tenaga Pelaksana dan mempunyai program kerja yang jelas

e. Biaya operasional Orsos sudah tidak disubsidi pemerintah melainkan keseluruhan biaya operasional Orsos dalam 1 tahun sepenuhnya dari Orsos itu sendiri

2. Type B

a. Anggaran Dasar merupakan bagian dari Akte Pendiri yang disyahkan oleh Pejabat Pemerintah setempat

b. Mempunyai Anggaran Rumah Tangga, tetapi belum disyahkan oleh Badan Pengurus

c. Mempunyai Legalisasi/Tanda Daftar Diri dari Dinas Sosial, Sospol, Kanwil Depsos, Depsos RI, tetapi sudah kadaluarsa

d. Sudah mengikuti Latihan Manajemen Tenaga Pelaksana dan mempunyai program kerja yang berkala

e. Biaya opersional Orsos dalam 1 tahun sepenuhnya dari Orsos itu sendiri, tetapi masih disubsidi pemerintah

3. Type C

a. Anggaran Dasar tidak merupakan bagian dari Akte Pendiri, tetapi sudah disyahkan Musyawarah Pendiri

b. Mempunyai Anggaran Rumag Tangga, tetapi Struktur Organisasi Pengurus/Personalia belum lengkap

c. Mempunyai Legalisasi/Tanda Daftar Diri dari Dinas Sosial, Sospol, Kanwil Depsos, Depsos RI , tetapi sedang dalam pengurusan

d. Sudah mengikuti Latihan Manajemen Tenaga Pelaksana dan program kerjanya masih insidentil

e. Biaya operasional Orsos dalam 1 tahun disubsidi pemerintah dan dari Orsos itu sendiri namun tidak mencukupi kebutuhan Orsos sampai 1 tahun

4. Type D

a. Mempunyai Anggaran Dasar, tetapi belum disyahkan oleh Musyawarah Pendiri

b. Tidak mempunyai Anggaran Rumah Tangga

c. Tidak Terdaftar di Dinas Sosial, Sospol, Kanwil Depsos, Depsos RI

d. Belum pernah mengikuti Latihan Manajemen Tenaga Pelaksana dan tidak mempunyai program kerja yang jelas

e. Tidak mempunyai biaya operasional sendiri dan sepenuhnya masih disubsidi pemerintah

4. KARANG TARUNA

Adalah Organisasi Sosial Kepemudaan, sebagai wadah pembinaan dan pengembangan pemuda di Tingkat Desa/Kelurahan terutama di bidang UKS.

CIRI-CIRINYA ANTARA LAIN :

• Mempunyai struktur organisasi dan susunan pengurus

• Kegiatannya meliputi UKS dan Ekonomi Produktif disamping olah raga, kesehatan dan rekreasi

• Sifat keanggotaan tidak berubah walaupun pengurus berganti

Adapun Klasifikasi Karang Taruna sebagai berikut :

a. Karang Taruna Tumbuh

• Kepengurusan Karang Taruna sudah terbentuk dan penataan administrasi sudah ada namun masih belum mencerminkan arahan dari Keputusan Menteri Sosial Nomor : 11/HUK/1998 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna

• Penataan organisasi berjalan sesuai dengan ketentuan dan kondisi setempat

• Penataan administrasi belum didasarkan pada sistem administrasi yang sehat dan dinamis

• Kegiatan lebih banyak diarahkan pada rekreasi, olah raga dan kesenian untuk mengembangkan tingkat kebersamaan, persatuan, kegotongroyongan dan kesetiakawanan sosial diantara pemuda itu sendiri

• Kegiatan masih bersifat sporadis, momentum dan seremonial

b. Karang Taruna Berkembang

• Kepengurusan Karang Taruna dan sistem administrasi Karang Taruna sudah disesuaikan dengan Keputusan Menteri Sosial Nomor : 11/HUK/1998 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna

• Kegiatan sudah mulai bervariasi dan berkembang, walaupun fokus kegiatannya lebih banyak diarahkan pada rekreasi, olah raga dan kesenian

• Kegiatan belum tersusun dalam rencana program yang konsisten dan berkesinambungan, namun misi dan tanggung jawab sebagai organisasi sosial kepemudaan semakin jelas dan terarah

• Terdapat pengakuan dari masyarakat terhadap eksistensi Karang Taruna melalui limpahan wewenang baik oleh masyarakat maupun pemerintah desa/kelurahan berkaitan dengan pembangunan desa/kelurahan

c. Karang Taruna Maju

a. Kepengurusan organisasi, penataan organisasi dan pelak-sanaan administratif Karang Taruna sesuai dengan Keputusan Menteri Sosial Nomor : 11/HUK/1988

b. Kepemimpinan ditetapkan berdasarkan musyawarah dan mufakat serta berkaitan dengan upaya pengkaderan yang jelas

c. Kegiatan sudah tersusun melalui program yang jelas serta semakin bervariasi

d. Program Karang Taruna semakin terarah dengan berpangkal pada pemecahan masalah pembangunan di desa, antara lain dicerminkan dalam program UEP, UKS, Bela Negara serta Program Kesenian dan Olah Raga

e. Percerminan pengakuan masyarakat dan pemuda desa / kelurahan diwujudkan dalam peningkatan dan peranan Karang Taruna dalam pembangunan di desa/kelurahan khususnya pembangunan di bidang kesejahteraan sosial

d. Karang Taruna Percontohan

a. Penataan organisasi, Sistem Manajemen sudah menerapkan pengaturan dan manajemen yang sehat dan dinamis

b. Kepemimpinan dan mekanisme kepengurusan sudah baku dan dikembangkan berdasarkan peningkatan kualitas dan pengkaderan

c. Program kerja Karang Taruna baik di bidang organisasi maupun di bidang kegiatan Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS), Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Bela Negara telah mencerminkan sebagai wadah percontohan

d. Karya nyata di bidang Pembangunan Desa termasuk Pembangunan di Bidang Kesejahteraan Sosial telah berkembang, yang pada gilirannya merupakan embrio dikembangkannya Sasana Krida Karang Taruna

e. Pendekatan, metodologi dan langkah-langkah opera-sionalnya semakin bervariasi, mulai dari pendekatan agrobisnis, pertanian terpadu, perikanan, pengembangan industri kecil yang dikaitkan dengan pendekatan Pekerjaan Sosial semakin mewarnai

f. Keikutsertaan Karang Taruna dalam pembangunan di desa/kelurahan sudah merupakan kebutuhan dan keinginan masyarakat, sehingga pencerminan Karang Taruna sebagai infra struktur sosial dan mitra pemerintah di desa/kelurahan semakin meningkat dan berkembang yaitu diwujudkannya keikutsertaan Karang Taruna dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di desa

5. DUNIA USAHA YANG MELAKUKAN USAHA KESEJAHTERAAN SOSIAL

Potensi Sumber Dunia Usaha yang melakukan Usaha Kesejahteraan Sosial adalah Perorangan dan Keluarga yang secara sukarela, tulus dan ikhlas untuk menyumbangkan harta kekayaan/dana untuk melaksanakan kegiatan Kesejahteraan Sosial.

CIRI-CIRINYA ADALAH :

• Perorangan atau Keluarga

• Dikaderkan oleh masyarakat setempat

• Memiliki dana, menghimpun dana, mencarikan dana untuk kepentingan kegiatan usaha kesejahteraan sosial

6. WAHANA KESEJAHTERAAN SOSIAL BERBASIS MASYARAKAT

Adalah Sistem kerja sama pelayanan kesejahteraan sosial di akar rumput yang terdiri atas Usaha Kelompok, Lembaga maupun jaringan pendukungnya.





salam Tagana..

By. Operator

Tim Kordinator Tagana Jawa timurBy. Opered

Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)

salam relawan...
 
Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) adalah seseorang, keluarga atau kelompok masyarakat yang karena suatu hambatan, kesulitan atau gangguan tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya, sehingga tidak dapat terpenuhi kebutuhan hidupnya baik jasmani, rohani dan sosial secara memadai dan wajar. Hambatan, kesulitan dan gangguan tersebut dapat berupa kemiskinan, keterlantaran, kecacatan, ketunaan sosial, keterbelakangan, keterasingan/keterpencilan dan perubahan lingkungan (secara mendadak) yang kurang mendukung, seperti terjadinya bencana
Berikut ini akan dijelaskan secara terinci definisi operasional dan karakterisitik dari masing-masing jenis Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) :

1. ANAK BALITA TERLANTAR
Adalah Anak yang karena sebab tertentu, orang tuanya tidak dapat melakukan kewajibannya, sehingga terganggu kelangsungan hidup, pertumbuhan dan perkembangannya baik secara jasmani, rohani maupun sosial.
CIRI-CIRINYA :
•  Usia 0 – < 5 tahun
•  Orang tuanya miskin/tidak mampu
•  Salah seorang dari orang tuanya/kedua-duanya sakit
•  Salah seorang/kedua-duanya meninggal
•  Ditinggalkan di rumah sakit/di rumah bersalin
•  Mengalami kekurangan gizi

2. ANAK TERLANTAR
Adalah Anak yang karena suatu sebab orang tuanya melalaikan kewajibannya, sehingga tidak dapat terpenuhi kebutuhannya dengan wajar baik secara rohani, jasmani maupun sosialnya.
CIRI-CIRINYA ANTARA LAIN :
•  Usia 5 – < 18 tahun dan belum menikah
•  Orang tuanya miskin/tidak mampu
•  Salah seorang dari orang tuanya//kedua-duanya sakit
•  Salah seorang/kedua-duanya meninggal
•  Tidak terpenuhi kebutuhan dasar hidupnya (pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan)

3. ANAK YANG MENJADI KORBAN TINDAKAN KEKERASAN ATAU DIPERLAKUKAN SALAH
Adalah Anak yang terancam secara fisik dan non fisik karena tindakan kekerasan, diperlakukan salah atau tidak semestinya dalam lingkungan keluarganya atau lingkungan sosial terdekatnya, sehingga tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya dengan wajar baik secara jasmani, rohani maupun sosial.
CIRI-CIRINYA ANTARA LAIN :
1. Usia 5 – < 18 tahun dan belum menikah
2. Anak yang diperjualbelikan atau anak korban perkosaan

4. ANAK NAKAL
Adalah Anak/Remaja (pria atau wanita) yang berprilaku menyimpang dari norma dan kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat lingkungannya, sehingga merugikan dirinya, keluarga atau orang lain.
CIRI-CIRINYA ANTARA LAIN :
•  Usia 5 – < 18 tahun dan belum menikah
•  Melakukan kegiatan/perbuatan yang mengganggu ketertiban umum/masyarakat
•  Sering mencuri di lingkungan keluarga atau familinya
•  Orang tuanya tidak mampu mengurusnya
•  Sering memeras/mengompas temannya sendiri
•  Sering mengotori atau merusak barang, peralatan, bangunan atau fasilitas umum
 
5. ANAK JALANAN
Adalah Anak yang berusia 5 – < 18 tahun yang sebagian waktunya berada di jalanan sebagai pedagang asongan, pengemis, pengamen, jualan koran, jasa semir sepatu dan mengelap mobil.
CIRI-CIRINYA ADALAH :
•  Mencari nafkah untuk membantu orang tuanya
•  Bersekolah/tidak sekolah
•  Keluarganya tidak mampu
•  Tinggal dengan orang tua/Melarikan diri dari rumah/tinggal di jalanan sendiri maupun bersama-sama teman-teman, seperti di emperan toko, terminal dan sebagainya.
•  Mempunyai aktivitas di jalanan baik terus menerus maupun tidak, minimal 4 sampai 6 jam per hari.
•  Berkeliaran tidak menentu dan sebagainya.
 
6. ANAK CACAT
Adalah Anak yang berusia 0 – < 18 tahun, yang mengalami kelainan fisik atau mental sebagai akibat dari bawaan sejak lahir maupun lingkungan (kecelakaan), sehingga menjadi hambatan untuk melakukan kegiatan sehari-hari secara layak.
ANAK CACAT TERDIRI DARI ANAK CACAT TUBUH, NETRA, MENTAL DAN RUNGU WICARA.
CIRI-CIRINYA ANTARA LAIN :
1. Penyandang Cacat Tubuh
•  Tidak lengkap, putus tangan atau kaki
•  Cacat Tulang, sendi tangan atau kaki
•  Cacat Tulang Punggung, paraplegia/lumpuh
•  Lumpuh Total
2. Penyandang Cacat Buta (Tuna Netra)
•  Buta kedua matanya
•  Seseorang yang mengalami kebutaan, yang tidak dapat melihat atau menghitung jari tangan orang lain dalam jarak 1 meter, karena bawaan atau kecelakaan
3. Penyandang Cacat Tuli Bisu (Tuna Rungu Wicara)
•  Tidak dapat mendengar dan berbicara
•  Berbicara tidak jelas
4. Penyandang Cacat Mental
•  Cacat Mental Psikotik
•  Orang bekas menderita penyakit gila
•  Masih bertingkahlaku aneh-aneh
•  Cacat Mental Retardasi
- IDIOT
Seseorang yang tingkat kemampuan dan tingkah lakunya setingkat dengan anak normal berusia 2 tahun, yang pada umumnya kehidupannya dihabiskan di tempat tidur dengan terlentang atau miring serta buang kotoran (kencing dan buang air besar) di tempat tidur.
- EMBISIL
Seseorang yang kemampuan mental dan tingkah lakunya setingkat dengan anak normal berusia 3 - 7 tahun dengan ciri-ciri kepala besar tidak seimbang dengan besar tubuhnya.
- DEBIL
Seseorang yang kemampuan mental dan tingkah lakunya setingkat dengan anak normal berusia 8 - 12 tahun dengan ciri-ciri antara lain tingkah lakunya masih ke kanak-kanakan dan sangat bodoh.
 
7. WANITA RAWAN SOSIAL EKONOMI
Adalah Seseorang Wanita Dewasa yang belum menikah atau janda yang tidak mempunyai penghasilan cukup untuk dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
CIRI-CIRI ANTARA LAIN :
•  Wanita Dewasa, belum menikah (adalah wanita anak fakir miskin) atau janda (adalah wanita sebagai Kepala Keluarga), berusia 18 - <6 0 tahun
2. Penghasilan tidak memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari

8. WANITA YANG MENJADI KORBAN TINDAKAN KEKERASAN ATAU DIPERLAKUAN SALAH
Adalah Wanita yang terancam secara fisik dan non fisik karena tindakan kekerasan, diperlakukan salah atau tidak semestinya dalam lingkungan keluarganya atau lingkungan sosial terdekatnya, sehingga tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya dengan wajar baik secara jasmani, rohani maupun sosial.
CIRI-CIRINYA ANTARA LAIN :
•  Wanita yang berusia 18 – < 60 tahun
•  Wanita yang diperkosa atau dianiaya
 
9. LANJUT USIA TERLANTAR
Adalah Seseorang yang berumur 60 tahun atau lebih, karena sebab-sebab tertentu tidak dapat memenuhi kebutuhan pokoknya baik rohani, jasmani maupun sosial.
CIRI-CIRINYA ANTARA LAIN :
•  Usia di atas 60 tahun
•  Tidak mempunyai penghasilan yang dapat memenuhi kebutuhan pokoknya yang meliputi sandang, pangan, papan dan kesehatan yang layak
3. Tidak ada keluarga, sanak saudara atau orang lain yang mau dan mampu mengurusnya
 
10. LANJUT USIA YANG MENJADI KORBAN TINDAKAN KEKERASAN ATAU DIPERLAKUAN SALAH
Adalah Lanjut Usia yang terancam secara fisik dan non fisik karena tindakan kekerasan, diperlakukan salah atau tidak semestinya dalam lingkungan keluarganya atau lingkungan sosial terdekatnya, sehingga tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya dengan wajar baik secara jasmani, rohani maupun sosial.
CIRI-CIRINYA ANTARA LAIN :
•  Lanjut Usia yang berusia di atas 60 tahun
•  Lanjut Usia yang dianiaya

11. PENYANDANG CACAT
Adalah Seseorang yang mengalami kelainan fisik atau mental sebagai akibat dari bawaan sejak lahir maupun lingkungan (kecelakaan), sehingga menjadi hambatan untuk melakukan kegiatan sehari-hari secara layak.
PENYANDANG CACAT TERDIRI DARI PENYANDANG CACAT TUBUH, NETRA, MENTAL DAN RUNGU WICARA.
CIRI-CIRINYA ANTARA LAIN :
1. Penyandang Cacat Tubuh
•  Tidak lengkap, putus tangan atau kaki
•  Cacat Tulang, sendi tangan atau kaki
•  Cacat Tulang Punggung, paraplegia/lumpuh
•  Lumpuh Total
2. Penyandang Cacat Buta (Tuna Netra)
•  Buta kedua matanya
•  Seseorang yang mengalami kebutaan, yang tidak dapat melihat atau menghitung jari tangan orang lain dalam jarak 1 meter, karena bawaan atau kecelakaan
3.  Penyandang Cacat Tuli Bisu (Tuna Rungu Wicara)
a. Tidak dapat mendengar dan berbicara
b. Berbicara tidak jelas
4. Penyandang Cacat Mental
a. Cacat Mental Psikotik
- Orang bekas menderita penyakit gila
- Masih bertingkahlaku aneh-aneh
b. Cacat Mental Retardasi
- IDIOT
Seseorang yang tingkat kemampuan dan tingkah lakunya setingkat dengan anak normal berusia 2 tahun, yang pada umumnya kehidupannya dihabiskan di tempat tidur dengan terlentang atau miring serta buang kotoran (kencing dan buang air besar) di tempat tidur.
- EMBISIL
Seseorang yang kemampuan mental dan tingkah lakunya setingkat dengan anak normal berusia 3 - 7 tahun dengan ciri-ciri kepala besar tidak seimbang dengan besar tubuhnya.
- DEBIL
Seseorang yang kemampuan mental dan tingkah lakunya setingkat dengan anak normal berusia 8 - 12 tahun dengan ciri-ciri antara lain tingkah lakunya masih ke kanak-kanakan dan sangat bodoh.
 
12. PENYANDANG CACAT BEKAS PENDERITA PENYAKIT KRONIS
Adalah Seseorang yang pernah menderita penyakit menahun atau kronis, seperti Kusta dan TBC, yang telah mengikuti proses pengobatan medik dan dinyatakan sembuh, tetapi mengalami hambatan untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari karena dikucilkan oleh keluarga atau masyarakat.
CIRI-CIRINYA :
1. Jari tangan atau jari kaki putus
2. Tubuh menjadi bongkok
 
13. TUNA SUSILA
Adalah Seseorang Wanita, Pria atau Waria, terutama dari keluarga kurang mampu, yang melakukan hubungan seksual di luar pernikahan, dengan tujuan untuk mendapatkan imbalan jasa.
CIRI-CIRINYA ANTARA LAIN :
1. Tuna Susila yang berada di lokasi dan lokalisasi
2. Tuna Susila yang berada di jalanan
3. Tuna Susila yang berada di rumah-rumah bordil
14. P E N G E M I S
Adalah Seseorang yang meminta-minta di tempat umum dengan berbagai cara dan alasan untuk mengharapkan belas kasihan orang lain dengan mendapatkan uang atau barang.
CIRI-CIRINYA :
•  Meminta-minta di tempat umum
•  Pada umumnya bertingkahlaku agar dibelas kasihani
 
15. G E L A N D A N G A N
Adalah Seseorang yang hidup dalam keadaan tidak sesuai dengan norma kehidupan yang layak dalam masyarakat dan perlu mendapat bantuan untuk hidup dan bekerja secara layak dan mandiri.
CIRI-CIRINYA :
•  Hidup menggelandang di tempat-tempat umum terutama di kota-kota
•  Tempat tinggal tidak tetap, digubug liar, emper toko, di bawah jembatan dan sejenisnya
•  Tidak mempunyai pekerjaan yang tetap
•  Miskin
 
16. GELANDANGAN PSIKOTIK
Adalah Seseorang yang hidup dalam keadaan tidak sesuai dengan norma kehidupan yang layak dalam masyarakat, mempunyai tingkah laku aneh/menyimpang dari norma-norma yang ada atau seseorang bekas penderita penyakit jiwa, yang telah mendapat pelayanan medis dan telah mendapat Surat Keterangan Sembuh dan tidak mempunyai keluarga/kurang mampu serta perlu mendapat bantuan untuk hidup.
CIRI-CIRINYA :
•  Hidup menggelandang di tempat-tempat umum terutama di kota-kota
•  Kehadirannya tidak diterima keluarga dan masyarakat sekitarnya
•  Tempat tinggal tidak tetap, emper toko, di bawah jembatan dan sejenisnya
•  Sering mengamuk dan berbicara sendiri
•  Penampilannya di bawah sadar atau tidak sesuai dengan norma dalam masyarakat (Sakit Jiwa), misalnya tidak menggunakan pakaian (telanjang bulat), sisa makanan dimakan dan lain sebagainya
•  Tidak mempunyai pekerjaan
 
17. BEKAS NARAPIDANA
Adalah Seseorang yang telah selesai menjalani masa hukuman, karena tindak kriminal akan tetapi tidak diterima dengan baik atau disingkirkan/dijauhi oleh keluarga dan masyarakatnya, sehingga mendapatkan kesulitan untuk melaksanakan tugas kehidupannya secara normal.
CIRI-CIRI ANTARA LAIN :
•  Tidak mempunyai pekerjaan
•  Disingkiri oleh keluarga/masyarakat

18. KORBAN PENYALAHGUNAAN NAPZA
Adalah Seseorang Pria atau Wanita terutama yang berusia antara 5 sampai 60 tahun bahkan lebih yang pernah menyalahgunakan narkotika, psikotropika atau zat adiktif lainnya, termasuk minuman keras pada taraf coba-coba atau sampai mengalami ketergantungan/kecanduan, sesudah dinyatakan bebas dari ketergantungan fisik oleh dokter yang berwenang, berasal dari keluarga baik yang mampu maupun yang kurang mampu.
CIRI-CIRINYA :
•  Menggunakan narkotika, psikotropika atau zat adiktif lainnya termasuk minuman keras.
•  Belum atau sudah mengalami ketergantungan.
•  Badan kurus, pucat, mata cekung, merah dan tidak tahan kena sinar matahari, teller, berbicara di luar kontrol, begadang dan bergerombol tanpa tujuan.
 
19. KELUARGA FAKIR MISKIN
Adalah Keluarga yang tidak mempunyai sumber mata pencaharian yang tetap dan tidak mempunyai ketrampilan untuk dapat memenuhi kebutuhan pokok yang layak.
CIRI-CIRINYA ANTARA LAIN :
•  Usia 18 - < 60 tahun
•  Tidak pernah membeli pakaian dalam setahun atau hanya pada waktu lebaran/natal saja.
•  Penggunaan air bersih masih menggunakan air sumur, sungai, mata air dan air hujan.
•  Pengeluaran rumah tangga lebih besar daripada pendapatan.
•  Kepemilikan rumah masih menyewa/kontrak/menumpang atau milik sendiri, tetapi tidak layak huni.
•  Dinding rumah masih menggunakan bambu.
•  Lantai rumah masih tanah/pasir.
•  Tidak mempunyai sarana tempat buang air besar (jamban/kakus) atau menggunakan toilet umum.
•  Sumber penerangan masih menggunakan petromak atau listrik bersama.
•  Pada umumnya jumlah anggota rumah tangga masih banyak (4 s/d 6 orang bahkan lebih).
•  Tidak mempunyai mata pencaharian yang tetap atau mempunyai mata pencaharian, tetapi tidak dapat mencukupi kebutuhan pokoknya.
•  Pelayanan kesehatan yang digunakan seperti mantri, bidan dan puskesmas.
•  Pendidikan kepala rumah tangga masih rendah seperti tidak sekolah, tidak tamat SD dan tamat SD.

20. KELUARGA BERUMAH TAK LAYAK HUNI
Adalah Keluarga yang rumah dan lingkungannya kumuh (kotor dan tidak teratur) untuk tempat tinggal baik secara fisik, kesehatan maupun sosial.
CIRI-CIRINYA :
•  Rumah berada di lingkungan kumuh
•  Bangunan berupa gubug dan pengap
•  Tidak mempunyai kamar
•  Tidak mempunyai sumur dan kakus
 
21. KELUARGA BERMASALAH SOSIAL PSIKOLOGIS
Keluarga yang Bermasalah Sosial Psikologis adalah :
•  Keluarga yang hubungan di dalam keluarganya maupun dengan lingkungan tidak serasi/rukun.
•  Sikap dan tingkah lakunya tidak sesuai dengan norma-norma dalam keluarga maupun lingkungannya.
•  Suami atau istri sering meninggalkan rumah tangga tanpa memperhatikan/bertanggungjawab terhadap keluarganya.
CIRI-CIRINYA ADALAH :
•  Sering bertengkar
•  Dikucilkan oleh tetangganya
•  Hidup sendiri-sendiri walaupun masih dalam ikatan keluarga
 
22. KOMUNITAS ADAT TERPENCIL
Adalah Kelompok orang yang hidupnya dalam kesatuan-kesatuan sosial budaya yang bersifat lokal dan terpencil serta kurang/belum terlibat dalam jaringan dan pelayanan baik sosial, ekonomi maupun politik serta masih sangat terikat pada sumber daya alam.
CIRI-CIRINYA :
•  Berbentuk komunitas adat terpencil, tertutup dan homogen
•  Pranata sosial bertumpu pada hubungan kekerabatan
•  Pada umumnya terpencil secara geografis dan relatif/sulit dijangkau
•  Pada umumnya masih hidup dengan sistem ekonomi subsistens
•  Peralatan dan teknologinya sederhana
•  Ketergantungan pada lingkungan hidup dan sumber daya alam setempat relatif tinggi
•  Terbatasnya akses pelayanan sosial, ekonomi dan politik

23. MASYARAKAT YANG TINGGAL DI DAERAH RAWAN BENCANA
Adalah Keluarga/Kelompok Masyarakat yang bertempat tinggal/bermukim di daerah yang relatif sering terjadi bencana atau kemungkinan besar dapat terjadi bencana, yang membahayakan jiwa, kehidupan dan penghidupannya seperti :
•  Bertempat tinggal di wilayah bahaya gunung berapi.
•  Bermukim di daerah aliran sungai yang sering banjir
•  Bermukim di daerah yang kemungkinan besar bisa terjadi bencana tanah longsor
•  Bermukim di daerah yang padat penduduknya dan kumuh di perkotaan yang rawan bencana kebakaran
•  Bermukim di daerah pantai yang rawan bencana gelombang pasang

24. KORBAN BENCANA ALAM
Adalah Perorangan/Keluarga/Kelompok Masyarakat yang masih menderita baik secara fisik, mental maupun sosial ekonomi sebagai akibat dari terjadinya bencana/musibah seperti banjir, gempa bumi tektonik, tanah longsor, gelombang pasang, kebakaran, angin ribut dan kekeringan yang terjadi paling lama 1 (satu) tahun yang lalu termasuk kerugian jiwa, bangunan, lahan dan ternak, sehingga menyebabkan mereka mengalami hambatan dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupannya.
25. KORBAN BENCANA SOSIAL/P E N G U N G S I
Adalah Orang/Sekelompok Orang yang terusir dan atau atas dasar kemauan sendiri meninggalkan tempat kehidupan semula, karena terancam keselamatan dan keamanannya atau adanya rasa ketakutan oleh karena ancaman dari kelompok/golongan sosial tertentu sebagai akibat dari konflik atau kekerasan lain yang menyebabkan kekacauan di masyarakat lingkungannya.
26. PEKERJA MIGRAN TERLANTAR
Adalah Seseorang yang bekerja di luar tempat asalnya dan menetap sementara di tempat tersebut dan mengalami permasalahan sosial, sehingga menjadi terlantar.
27. PENGIDAP HIV/AIDS
Adalah seseorang yang berusia 0 – 60 tahun bahkan lebih, yang dengan rekomendasi profesional (dokter) atau petugas laboraturium terbukti tertular virus HIV, sehingga mengalami sindrom penurunan daya tahan tubuh (AIDS) dan hidup terlantar.
28. KELUARGA RENTAN
Keluarga Muda yang baru menikah (sampai dengan lima tahun usia pernikahan) yang mengalami masalah sosial dan ekonomi, sehingga kurang mampu memenuhi kebutuhan dasar keluarga.
 

salam Tagana.. 

Tim Kordinator Tagana Jawa timur 
By. Opered

Selasa, Juni 22, 2010

10 bencana alam terbesar di dunia

salam relawan... salam Tagana.. 

Bencana alam merupakan kejadian bencana yang mengerikan yang terjadi di alam semesta dan disebabkan oleh alam itu sendiri. Gempa bumi, Tsunami, Tornado, Banjir adalah contoh dari bencana alam yang kita ketahui, sudah tak terhitung berapa banyak bencana alam di dunia yang telah terjadi.

Berikut ini merupakan daftar dari 10 bencana alam terbesar di dunia 




Anda pasti belum pernah dengar bencana ini, tapi kebakaran liar yang terjadi di Peshtigo, Wis, menyebabkan hangusnya lebih dari 1 juta are tanah disana. Akhirnya pada October 1871, kebakaran liar ini dinobatkan sebagai kebakaran hebat sepanjang sejarah Amerika. Percikan api ditambah ayunan angin yang kencang sempat membuat "tornado of fire" di tempat kejadian, dan 1,200 orang dicatat telah menjadi korban.

1 tornado, dengan kekuatan badai yang membawa bebatuan es, menghantam seluruh bagian Kanada, Amerika Serikat dan Cuba, akhirnya karena kekuatan badai yang begitu besar, badai ini hingga sekarang disebut "superstorm". Badai ini menyebabkan kerugian sebesar 6 milyar US$ dan menyebabkan jutaan korban selamat dan 300 korban meninggal.




Meskipun gempa yang satu ini bukan gempa yang paling mematikan ataupun paling menghancurkan dalam sejarah, tapi dalam segi kekuatan, gempa ini memiliki kekuatan 9.5 magnitude dan juga menyebabkan Tsunami di Valdivia, Chili. Hasil dari gempa tersebut adalah 1,600 orang meninggal dan 2 juta orang korban selamat.




Dari namanya saja sudah mengerikan, bagaimana dengan badainya? Yang hanya bisa dijelaskan pada saat itu adalah 148 tornado yang sedang memporak porandakan 13 negara bagian di Amerika. Badai ini tidak berlangsung dalam 1-2 jam saja, tapi berlangsung selama 24 jam penuh.










Akhirnya pada tahun 1974, berita resmi mengumumkan korban meninggal sebanyak 330 orang dan 5,000 orang terluka. Jika 148 tornado tersebut digabungkan, maka akan menghasilkan badai seluas 2,500 mil/segi.





Di banding gempa Sichuan yang terjadi pada tahun 2008 lalu (69,000 orang meninggal), gempa tersebut tidak bisa dibandingkan gempa Thangsan pada tahun 1976 di China. Gempa Thangsan menewaskan lebih dari 255,000 orang, bahkan melalui data resmi, korban meninggal ternyata dua kali lipat dari hasil tersebut. Gempa tersebut berkekuatan 7.5 SkalaRichter.




Kejadian ini terjadi sekitar 2,000 tahun lalu, yaitu tahun 79 A.D. Ada sebuah Gunung berapi bernama Vesuvius yang akhirnya meletus pada hari itu selama 1 hari penuh, mengeluarkan abu dan zat racun yang sangat-sangat banyak hingga mengubur kota yang saat itu dinamakan Pompei (peristiwa ini dimanakan pyroclastic flow).

Ketika Krakatau meledak di ledakan ke-4 pada August 1883, Gunung api itu melepaskan 3 kubik mil magma dan itu sama dengan kekuatan energi 1 bom atom. Letusannya terdengar hingga ribuan mil jauhnya. Ledakan Krakatau menggemparkan seluruh negara-negara lautan pasifik, ledakan tersebut menyebabkan seluruh Pulau Krakatau tenggelam hingga dasar laut dan menenggelamkan lebih dari 100 pulau disekitarnya.

Akibat dari letusan Krakatau, 36.000 korban meninggal, kebanyakan disebabkan oleh Tsunami. Abu dari ledakan Krakatau bahkan sampai ke New York melalui udara dan lautan, sehingga menyebabkan penurunan suhu di seluruh dunia selama setahun.
 
5 Jenis Badai Katrina yang langsung menghajar Gulf Coast pada August 2005 merupakan hal yang tidak asing lagi. Lebih dari 1,800 orang meninggal karena badai Katrina yang menghajar bangunan-bangunan disana yang dibangun tanpa bisa menahan badai tersebut.
80% daerah New Orleans tergenang oleh air dan daun-daun dari ranting pohon yang berterbangan sangat jauh. Merupakan sebuah peringatan dari alam agar selalu waspada akan bencana alam yang kita tidak akan pernah tahu kapan datangnya.

Semua peristiwa ini diawali dengan gempa bumi yang sangat besar. Gempa yang berkekuatan 9.1 SkalaRichter itu mengguncang Sumetra, yang berada di kepulauan Indonesia. Gempa tersebut terjadi selama 8 menit yang mematikan. Bagaimanapun juga, gempa sebesar itu masih merupakan awal dari segala bencana.

Setelah beberapa saat, Tsunami yang tercatat terkuat dalam sejarah pun terbentuk dan menuju ke 14 negara berbeda. Korban tewas sebanyak 230,000 jiwa dan 1.7 juta orang korban selamat. Tinggi level air di dunia sempat naik drastis beberapa kaki dalam beberapa hari, hal tersebut akhirnya terukir dalam sejarah sebagai tsunami terkuat yang pernah ada.


Mungkin saja ini kejadian sejarah atau cerita sejarah tentang kejadian pensucian seluruh dunia. Banjir yang sangat mematikan terjadi di seluruh dunia dan kepada seluruh ras di dunia. Banyak juga yang selamat berkat Noah's Ark yang berlayar dengan ras Sumerian, Indian and Native American legends dan masih banyak lagi. Dan tentu saja ini merupakan salah satu legenda, yaitu seluruh dunia bersatu! Seluruh pendosa akan mati! Species akan terlahir ulang!



 
Tim Kordinator Tagana Jawa timur By. Opered

Pengungsi WNI Tim-Tim

salam relawan... salam Tagana.. 

Masalah pengungsi eks Timor-Timur di Nusa Tenggara Timur atau NTT seharusnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi NTT, bukan lagi pemerintah pusat di Jakarta.
Alasannya, sejak tahun 2005, oleh wakil presiden saat itu, Jusuf Kalla, masalah itu sudah dibereskan bersama-sama 11 gubernur dari provinsi lain dengan membubuhkan tanda tangan darah.
Jakarta pun merasa, kepedulian dan perhatian pemerintah melalui Kementerian Sosial malah sudah melebihi dari yang seharusnya. Penanganan pengungsi eks-Timor Timur sudah luar biasa diistimewakan.
Demikian penjelasan Direktur Jenderal Bantuan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Toto Utomo Budi Santoso, dan Sekretarisnya, Mardi, serta Direktur Jenderal Pelayanan Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Makmur Sanusi yang dihubungi terpisah, Senin (21/6/2010) di Jakarta.
Toto menjelaskan, Kementerian Sosial (dulu Departemen Sosial) hanya diberi tanggung jawab soal pemulangan para pengungsi. Itu sesuai Keppres Nomor 3 Tahun 2001 tentang Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP) untuk Tingkat Pusat, Satkorlak PBP di Tingkat Provinsi, Satkorlak PBP Tingkat Kabupaten/Kota, dan ditegaskan lagi hasil Rakor Menkokesra/Wakabakornas PBP tanggal 11 Februari 2003.
Sedangkan soal pemberdayaan beban tanggung jawab Departemen Nakertrans dan Departemen Koperasi dan UKM (sekarang Kementerian Nakertrans dan Kementerian Koperasi dan UKM). Untuk soal relokasi, menjadi tanggung jawab Departemen Kimpraswil (Kementerian PU).
Disebutkan, sampai tahun 2005, Kementerian Sosial membantu lauk pauk, beras dan transportasi bagi 158.515 keluarga dengan anggaran Rp 78,929 miliar.
Bantuan pemulangan bagi 22.764 keluarga dengan anggaran Rp 22,764 juta. Bantuan jatah hidup bagi 2.510 keluarga dengan anggaran Rp 5,08 miliar.
"Bantuan bahan bangunan rumah bagi 1.179 keluarga dengan anggaran Rp 5,953 miliar. Bantuan terminasi bagi 2.090 keluarga dengan anggaran 7.315 miliar, dan bantuan BBR bagi 1.329 keluarga dengan anggaran Rp6,960 miliar," papar Toto.
Di luar itu, Kementerian Sosial sejak 2007 hingga 2009 juga membangun 11.000 rumah dengan anggaran Rp 165 miliar bagi warga negara Indonesia Eks Timor Timur di NTT.
Mardi mengatakan, masih dikucurkan pula bantuan keserasian sosial kepada 4.550 keluarga yang direalisasikan melalui pembangunan infrastruktur dan sarana peribadatan yang mendukung pengintegrasian masyarakat lokal dengan eks pengungsi.
Bahkan, karena masalah pengungsi sudah dinyatakan habis, maka karena faktor kemiskinan, Kementerian Sosial masih membantu pemberdayaan fakir miskin bagi 32.560 keluarga dengan anggaran Rp 48,840 miliar tahun 2008.
Jadi, sejak 2006 hingga 2009, bantuan kegiatan keserasian sosial dengan sasaran 15.520 keluarga telah menghabiskan anggaran Rp 15,552 miliar .
Soal tanah yang ditempati pengungsi dengan bantuan bangunan rumah dari Kementerian Sosial adalah menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. " Itu sudah ada kesepakatan," tandas Toto.
Sedangkan soal bantuan Rp 5 juta per keluarga terakhir kali kepada 26.776 keluarga WNI eks Timor-Timur di luar Provinsi NTT, akan segera dilaksanakan, dan disalurkan melalui PT Pos Indonesia oleh Menko Kesra.
Itu berdasarkan surat Menko Kesra tanggal 29 April 2009, hasil pertemuan Menko Kesra, Menko Polhukam, Mensos, Mendgari, dan Kepala BIN tanggal 23 Juni 2008.
Makmur Sanusi yang beberapa kali mendampingi Menteri Sosial, ketika itu Bachtiar Chamsyah, urusan penangangan pengungsi eks Timor-Timur menegaskan, masalah pengungsi eks Timtim dan 11 daerah lainnya dinyatakan selesai dan tidak ada lagi.
"Mana mungkin masalah pengungsi 11 tahun belum juga selesai. Tahun 2005 sudah dinyatakan penanganan pengungsi masalah konflik dinyatakan selesai. Pemerintah provinsi mesti memberikan penjelasan rinci. Kalau tidak bisa, disinyalir ada yang tak beres. Tanggung jawab dan perhatian kementerian sosial sudah sangat besar ke pengungsi eks Timtim ini," jelasnya.
Bahkan, untuk penanganan masalah anak pengungsi, selain mendapat perhatian UNHCR, kementerian sosial juga membantu pemulangan mereka yang terpisah dari keluarga. Terakhir, UNHCR menyerahkan 42 anak untuk ditangani Kementerian Sosial dan semua sudah beres.

Tim Kordinator Tagana Jawa timur By. Opered

Senin, Juni 21, 2010

KATALOG GEMPABUMI MERUSAK WILAYAH JAWA TIMUR

salam relawan... salam Tagana.. 

NO.
NAMA GEMPA
TANGGAL
PUSAT GEMPA
KDLM
(KM)
MAG
SKALA MMI
KERUSAKAN
1.
 
2.
 
3.
 
4.
 
5.
 
 
6.
 
7.
 
 
8.
 
 
9.
 
 
10.
 
 
11.
 
Mojokerto
 
Madiun
 
Pasuruan
 
Lumajang
 
Wlingi
 
 
Tulungagung
 
Sedayu
 
 
Jawa Timur
 
 
Jawa Timur
 
 
Malang
 
 
Tulungagung
22/03/1836
 
20/11/1862
 
4/11/1889
 
1/07/1896
 
15/08/1896
 
 
20/08/1902
 
31/08/1902
 
 
11/08/1939
 
 
19/06/1950
 
 
20/11/1958
 
 
10/10/1961
-
 
-
 
-
 
-
 
-
 
 
-
 
-
 
 
6,5°LS-112°BT
 
6,2°LS-112,5°BT
 
9,5°LS-112,5°BT
 
8 °LS –
112,5° BT
-
 
-
 
-
 
-
 
-
 
 
-
 
-
 
 
-
 
 
-
 
 
-
 
 
-
-
 
-
 
-
 
-
 
-
 
 
-
 
-
 
 
-
 
 
-
 
 
-
 
 
-
VII-VIII
 
VII
 
VI
 
VI
 
VII
 
 
VII
 
VI
 
 
VII
 
 
VI
 
 
VII-VIII
 
 
VI-VII
Kerusakan pada bangunan.
 
Bangunan retak.
 
Dinding rumah retak.
 
Beberapa bangunan retak pada dinding.
 
Gempa terasa sampai Brangah. Kerusakan pada bangunan dan rumah penduduk.
 
Beberapa bangunan rusak.
 
Terjadi nendatan tanah. Terjadi gempa susulan.
 
Gempa terasa di Rembang & Surabaya. Sebuah rumah roboh di Brondong.
 
Beberapa bangunan retak. Getaran terasa sampai Kalimantan dan Jawa Barat.
 
Retakan pada bangunan, terjadi retakan tanah, 8 orang tewas.
 
Beberapa bangunan retak.

NO.
NAMA GEMPA
TANGGAL
PUSAT GEMPA
KDLM
(KM)
MAG
SKALA
MMI
KERUSAKAN
12.
 
 
13.
 
 
14.
 
 
 
 
 
 
15.
 
 
 
16.
Wlingi
 
 
Ponorogo
 
 
Malang
 
 
 
 
 
 
Blitar-Trenggalek
 
 
Banyu- wangi
 
21/12 /1962
 
 
27 /7 / 1963
 
 
19 /2 /1967
 
 
 
 
 
 
4/ 10 / 1972
 
 
 
3/6/1994
9°LS-112°BT
 
8,3°LS-112,2°BT
 
8,5° LS-113,5°BT
 
 
 
 
 
8,4°LS
112,2°BT
 
 
10,477°LS
112,835°BT
-
 
 
-
 
 
-
 
 
 
 
 
 
-
 
 
 
18
-
 
 
-
 
 
-
 
 
 
 
 
 
6,0
 
 
 
7,2
VI
 
 
IV - V
 
 
VII - IX
 
 
 
 
 
 
V-VI
 
 
 
VIII
Beberapa bangunan retak.
 
 
Kerusakan pada bangunan.
 
 
Kerusakan terparah di Dampit, 1.539 rumah rusak, 14 org tewas, 72 orang luka-luka. Di
Gondang 9 org tewas, 49 org luka-luka, 119 bangunan roboh, 402 retak, 5 masjid rusak. Di Trenggalek 33 rumah bambu retak. Gempa terasa sampai Banyumas dan Cilacap.
 
Kerusakan sejumlah bangunan di Gandusari & Trenggalek. Goncangan terasa kuat, intensitas skala MMI tercatat V –VI.
 
250 orang meninggal, 127 orang hilang, 423 luka, 1.500 rumah rusak, 278 perahu rusak dan hilang. Run up tsunami +/- 500 meter.
Ketinggian run up  1,3 – 13,9 meter.???
Bencana di Rajegwesi, Gerangan, Lampon, Pancer, Pulau Sempu,.Grajagan, Pulau Merah, Teluk Hijau, Sukamade,Watu Ulo, Teluk Sipelori dan Teluk Tambakan. Efek tsunami mencapai pantai Banyuwangi, Jember, Malang, Blitar, Tulung Agung, Trenggalek & Pacitan.
32
 
NO.
NAMA GEMPA
TANGGAL
PUSAT GEMPA
KDLM
(KM)
MAG
SKALA
MMI
KERUSAKAN
17.
Pacitan
20/7/2003
8,62°LS-111,25°BT
 
33
5,9
IV-V
Beberapa bangunan retak dan plester dinding lepas di rumah dinas Polres Pacitan, 4 rumah di desa Pucang Sewu, 1 rumah di desa Sambong, 1 rumah di desa Ponggok, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan; 1 rumah di desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek; pasar Madiun dan sebuah Ruko di kota Yogyakarta. Getaran terasa di Pacitan, Trenggalek, Madiun, Surakarta, Yogyakarta hingga Surabaya. Terjadi gempabumi susulan.
 

Tim Kordinator Tagana Jawa timur By. Opered

Safer Communities through Disaster Risk Reduction (SC-DRR)

salam relawan... salam Tagana.. 

Program Masyarakat yang lebih Aman melalui Pengurangan Risiko Bencana (Safer Communities through Disaster Risk Reduction, disingkat SC-DRR), yang merupakan kerja sama BAPPENAS and BNPB, bertujuan untuk, antara lain,mendukung implementasi UU Penanganan Bencana dan Rencana Aksi Nasional Pengurangan Risiko Bencana dengan dana sendiri dan dengan bantuan dana dari Department for International Development (DFID) Pemerintah Inggris.




MENDEFINISIKAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA
Kerangka konseptual untuk mencapai pengurangan risiko bencana mencakup semua langkah yang diperlukan untuk mencegah (prefentif ) atau untuk membatasi (mitigasi dan kesiapsiagaan) dampak negatif ancaman bencana alam. Kerangka pengurangan risiko bencana lazimnya dibangun oleh bidang-bidang aksi sebagai berikut:
Kesadaran terhadap penilaian risiko, seperti analisis ancaman bencana dan analisis terhadap kerentanan/kapasitas;
  1. Pengembangan pengetahuan, seperti pendidikan, pelatihan, riset, dan informasi;
  2. Komitmen publik dan kerangka kelembagaan, termasuk aksi kelembagaan, kebijakan, legislasi, dan masyarakat;
  3. Penerapan langkah-langkah seperti manajemen lingkungan, perencanaan penggunaan lahan dan perencanaan kota, perlindungan fasilitas kritis, penerapan iptek, kemitraan dan jejaring, dan instrumen-instrumen keuangan;
  4. Sistem peringatan dini, seperti peramalan, diseminasi peringatan, langkah-langkah kesiapsiagaan, dan kapasitas untuk bereaksi.
Program SC-DRR akan dilaksanakan oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Program ini bertujuan untuk, antara lain mendukung implementasi UU Penanganan Bencana yang baru-baru ini disahkan serta mendukung penerapan Rencana Aksi Nasional Pengurangan Risiko Bencana (RAN-PRB) 2006-2009, sebuah kerangka kebijakan untuk menyatukan pengurangan risiko bencana dalam perencanaan pembangunan nasional.
SC-DRR adalah bagian dari Program PBB yang lebih besar bertajuk “Rencana Strategis Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengurangan Risiko Bencana demi Pembangunan yang Berkelanjutan”. Keduanya dirancang untuk menjadikan pengurangan risiko bencana sebagai bagian normal proses pembangunan yang terpatri di dalam fungsi-fungsi inti pemerintahan, terutama di tingkat komunitas lokal, tempat pengambilan tindakan untuk mengurangi kerentanan terhadap bencana baik dari segi sik, ekonomi, maupun sosial bisa menjadi lebih efektif.
Karena tak satupun individu kebal dari dampak bencana, kesadaran mengenai bagaimana risiko bencana dapat dikurangi menjadi urusan setiap orang. SC-DRR bermaksud mengenalkan ethos kerja lebih handal yang berlandaskan kepada kesadaran menyeluruh akanbudaya keselamatan sebagai norma dasar di Indonesia.


Ikhtisar dan Tujuan Proyek
  1. Kebijakan, kerangka hukum dan peraturan terpadu mengenai pengurangan risiko bencana dalam proses pengambilan keputusan pembangunan di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten;
  2. Sistem kelembagaan menopang pengurangan risiko bencana yang terdesentralisasi;
  3. Program-program edukasi dan peningkatan kesadaran mengenai hubungan bencana dengan pembangunan; dan
  4. Peragaan mengenai bagaimana pengurangan risiko bencana dapat menjadikan masyarakat lebih aman


Kantor Sekretariat SC-DRR
Jl. Tulung Agung No. 46
Jakarta 10310, INDONESIA
Email: secretariat@sc-drr.org
Website: www.sc-drr.org

Tim Kordinator Tagana Jawa timur By. Opered

Benua Atlantis itu (Ternyata) Indonesia

salam relawan... salam Tagana..

Benua Atlantis itu (Ternyata) Indonesia

Oleh Prof. Dr. H. PRIYATNA ABDURRASYID, Ph.D. [1] 

MUSIBAH alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh hingga yang mutakhir semburan Lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan Atlantis ?.
Plato (427 – 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.
Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia .
Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia ,  menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.
Konteks Indonesia

Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos , pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.
Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan,  terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian  besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene) .  Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/ Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu.
Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.
Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower),  Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh.
Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking.
Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa.
Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.
Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer  Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”
Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos  sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.
Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.
Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya


Tim Kordinator Tagana Jawa timur By. Opered

KARATERISTK GUNUNG IJEN, Jawa Timur

salam relawan... salam Tagana.. 

Keterangan Umum 
Nama
:
G. Ijen  
Nama Lain
:
Gunung Kawah Ijen
Nama Kawah
:
Kawah Ijen  
Lokasi
:
Koordinat/ Geografi :  8�03,5'LS dan 114�14,5' BT. Secara administratif termasuk : Kecamatan Licin, Sempol, Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso.
Ketinggian
:
Tepi kawah 2386 m dan Danau Kawah 2145 m  
Kota Terdekat
:
33 km dari Banyuwangi 
Tipe Gunungapi
:
Strato
Pos Pengamatan
:
Terletak di Kampung Pangsungsari, Licin, Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Geografi 08�08,812' LS dan 114�15,426' BT.
Elevasi di atas muka laut
:
730 m
 
Pendahuluan
Untuk mencapai Kawah Ijen dapat ditempuh dengan dua cara yaitu dari utara dan dari selatan.
a. Lewat jalan utara
Dari Situbondo menuju Sempol (Bondowoso) lewat Wonosari kemudian dilanjutkan ke Paltuding yang dapat dicapai dengan kendaraan bermotor roda dua atau roda empat. Jarak Situbondo sampai Paltuding adalah 93 km dan kondisi jalan sampai Paltuding boleh dikatakan sangat bagus sehingga dapat ditempuh dalam waktu sekitar 2,5 jam.
b. Lewat jalan selatan
Dari Banyuwangi menuju Licin yang berjarak sekitar 15 km, yang dapat dilewati dengan kendaraan bermotor roda dua atau empat selama sekitar 30 menit. Dari Licin menuju Paltuding yang berjarak sekitar 18 km perjalanan dapat diteruskan dengan kendaraan bermotor terutama jenis jeep double gardan karena sekitar 6 km sebelum sampai di Paltuding melewati jalan yang dinamakan tanjakan erek-erek yang berupa belokan berbentuk S dan sekaligus menanjak, perjalanan memerlukan waktu sekitar satu jam, karena jalanan sering rusak oleh air hujan maupun dilewati truk  pengangkut Belerang setiap hari.
Dari Paltuding ke Kawah yang berjarak 3 km ditempuh dengan berjalan kaki melewati pondok Pengairan/pondok Irigasi sekitar 90 menit. Lewat utara dengan kendaraan roda empat atau dua.
                     23 km                        55 km                   15 km
Situbondo  -------------->  Wonosari --------------->Sempol  --------------> Paltuding
                    30 menit                       90 menit                 30 menit
 
Lewat selatan dengan kendaraan roda dua atau empat :
                          15 menit                   18 km
Banyuwangi  -------------------> Licin   --------------------> Paltuding
                          30 menit                        60 menit
 
Demografi (Kependudukan)
Daerah bahaya/waspada Gunung Ijen terdapat di tiga kabupaten yaitu Bondowoso,  Banyuwangi dan Situbondo. Jumlah penduduk yang tinggal di daerah bahaya Gunung Ijen pada tahun 1985 berjumlah 12.155 jiwa dengan luas area sekitar 65.367 km2.
Tempat pemukiman penduduk yang paling atas dan dekat dengan Gunung Kawah Ijen adalah desa Kali Anyar, Kecamatan Sempol Kabupaten Bondowoso Dulu Desa Kali Anyar termasuk dalam Kecamatan Klabang, sekarang mulai Januari 2001 dimasukkan dalam kecamatan Sempol. Berdasarkan data tahun 2001 (BPPTK), penduduk Desa Kali Anyar berjumlah 5.065 jiwa yang tersebar di 9 dusun yaitu : Plalangan, Blawan, K. Sengon, K. Gedang, Ler Penang, Sumberejo, G. Blau, Watu Capil dan Curah Macam.
Penduduk Banyuwangi yang tinggal di daerah bahaya/waspada terutama yang tinggal di daerah sepanjang aliran Kali Bendo dan Kali Mailang.
Penduduk Kabupaten Situbondo yang tinggal di daerah bahaya/waspada Gunung Ijen adalah yang terletak di sepanjang aliran Kali Banyuputih antara lain kecamatan Banyuputih dan Asem Bagus. Penduduk tersebut pada umumnya bekerja sebagai petani, pegawai perkebunan/pabrik, dan buruh.
 
Inventarisasi Sumberdaya Gunungapi
Gunung Kawah Ijen memiliki sumberdaya gunungapi bervariasi dan sangat potensial yang meliputi :
a. Sublimat belerang.
Sublimat belerang merupakan produk Gunung Kawah Ijen yang sudah dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dalam industri kimia. Belerang dihasilkan dari hasil sublimasi gas-gas belerang yang terdapat dalam asap solfatara yang bersuhu sekitar 200 �C. Kapasitas belerang rata-rata sekitar 8 ton/hari . Lapangan solfatara terletak di sebelah tenggara danau Kawah Ijen.

b. Sumber mataair panas
Sumber mataair panas bertipe asam sulfat khlorida dengan suhu 70 �C dan pH sekitar 2, 6 terdapat didekat lapangan solfatara Ijen. Sedangkan air panas netral bertipe bikarbonat dengan suhu sekitar 45 � terdapat di dalam kaldera Ijen sebelah utara yaitu di Blawan, Kabupaten Bondowoso

c. Air Danau Kawah Ijen
Danau Kawah Ijen merupakan reaktor multi komponen yang didalamnya terjadi berbagai proses baik fisika maupun kimia antara lain pelepasan gas magmatik, pelarutan batuan, pengendapan, pembentukan material baru dan pelarutan kembali zat-zat yang sudah terbentuk sehingga menghasilkan air danau yang sangat asam dan mengandung bahan terlarut dengan konsentrasi sangat tinggi. Air danau kawah Ijen dapat dibuat gipsum dengan cara menambahkan kapur tohor kedalamnya. Dari hasil penelitian yang pernah dilakukan di BPPTK tiap 1 liter air kawah Ijen yang direksikan dengan kapur tohor secara stokiometri menghasilkan 100 gram gipsum.

d. Lapangan Gipsum/anhidrit
Pembentukan gipsum/anhidrit terjadi di bawah dam Kawah Ijen yaitu di hulu Kali Banyupait. Air danau kawah yang mengandung sulfat dengan konsentrasi tinggi merembes dan atau melewati batuan sehingga terbentuk gipsum. Batuan disini berfungsi sebagai sumber kalsium. Dengan adanya proses penguapan/pemanasan di permukaan gipsum yang terjadi dapat kehilangan airnya sehingga membentuk anhidrit.
 
e. Batuan vulkanik terutama batu apung
Batu apung banyak ditemukan disekitar danau kawah Ijen terutama di hulu Kali Banyupait.

f. Objek Wisata dan studi vulkanologi
Gunung Danau Kawah Ijen selain menarik dijadikan sebagai objek wisata juga sangat menarik untuk studi geologi dan geokimia.
 
Wisata
Gunung Kawah Ijen merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Jawa Timur yang selalu ramai dikunjungi baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Alam pegunungan yang indah dan sejuk sering mereka nikmati mulai dengan cara berkemah di Paltuding. Dengan ditemuinya ayam hutan disepanjang jalan aspal menunjukkan bahwa. keasrian gunung dan hutan masih terawat dengan baik.
Di Puncak Gunung Ijen terdapat danau kawah dengan airnya yang berwarna hijau toska dan ber-pH sangat asam. Di sebelah tenggara danau terdapat lapangan solfatara yang merupakan dinding danau Kawah Ijen dan di bagian barat terdapat Dam Kawah Ijen yang merupakan hulu dari Kali Banyupait.
Lapangan solfatara Gunung Kawah Ijen yang selalu melepaskan gas vulkanik dengan konsentrasi sulfur yang tinggi dan bau gas yang kadang menyengat dan mengiritasi saluran pernafasan ini merupakan objek wisata yang tak pernah terlewatkan untuk didatangi, bahkan tempat ini disiang hari tak pernah sepi karena selalu terdapat penambang belerang yang mengambil dan mengangkut/memikul sublimat belerang sampai di Paltuding.
Dam Kawah Ijen merupakan bagian dari objek wisata menarik tetapi tidak selalu dikunjungi oleh wisatawan dikarenakan antara lain pencapaiannya yang sulit disebabkan jalan menuju kesana sering rusal karena terjadi longsor. Dam Kawah Ijen adalah bangunan beton yang dibangun sejak jaman penjajahan Belanda dan dimaksudkan untuk mengatur level air danau agar tidak menyebabkan banjir air asam. Tetapi bendungan ini sekarang tidak berfungsi karena air tidak pernah mencapai pintu air disebabkan terjadinya rembesan/bocoran air danau di bawah dam.
Terjadinya rembesan yang terus menerus ini mengakibatkan terjadi proses pembentukan gypsum dari hasil reaksi sulfat yang terkandung dalam air danau dengan senyawa Kalsium baik dari air tersebut maupun dengan Kalsium dari batuan yang dilewati dan proses penguapan yang juga mempercepat pembentukannya. Lapangan Gipsum dapat menjadi salah satu objek wisata yang menarik bila dikelola secara professional.

Daftar Acuan
  • Brosur �Cagar Alam/Taman Wisata, Kawah Ijen� Balai Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi.
  • Mulyadi E. Dan Wahyudin D. 1998, G. Ijen, Sejarah kegiatan, potensi bahaya dan wisata gunungapi, Direktorat Vulkanologi, Bandung.
  • Sutaningsih, N. E. dkk , 2001, �Penyelidikan Pengaruh Unsur Vulkanik G. Ijen, (Penyelidikan Kimia Gas dan Survey Kependudukan Awal DI Gunung Ijen)�, Laporan Proyek, BPPTK, Yogyakarta
  • Sutaningsih N.E. , Marina S., Hartiyatun S dan Sukarnen, 2001, �Pengolahan Air Kawah Ijen menjadi gipsum dan Aluminium Hidroksida�, Prosiding Seminar Nasional Kejuangan Teknik Kimia UPN �Veteran, Yogyakarta, ISBN 979-9637-0-1.
  • Sutaningsih, N. E. dkk , 2001, �Penyelidikan Pengaruh Unsur Vulkanik G. Ijen, (Penyelidikan Kimia Gas dan Survey Kependudukan Awal DI Gunung Ijen)�, Laporan Proyek, BPPTK, Yogyakarta
  • Kusumadinata, K., Hadian R., Hamidi, S., dan Reksowirogo, L., D., 1979, �Data Dasar Gunungapi Indonesia�, Direktorat Vulkanologi, Direktorat Jenderal Geologi dan Sumberdaya Mineral, Departemen Pertambangan dan Energi, RI.
  • Mulyadi E. Dan Wahyudin D. 1998, G. Ijen, Sejarah kegiatan, potensi bahaya dan wisata gunungapi, Direktorat Vulkanologi, Bandung.
  • Purwanto, H. B dkk, 1999 � 2001, Catatan Pengamatan aktivitas Gunung Kawah Ijen, Jawa Timur.
  • Mulyadi E. Dan Wahyudin D. 1998, G. Ijen, Sejarah kegiatan, potensi bahaya dan wisata gunungapi, Direktorat Vulkanologi, Bandung.
  • Dari hasil evaluasi sejarah letusan Gunung Ijen

Tim Kordinator Tagana Jawa timur By. Opered