Selasa, Juni 08, 2010

Profil tagana jawa timur sekaligus Tokoh Masyarakat sadar bencana lereng gunung kelud

salam relawan... salam Tagana..

KETERKAITAN   HUBUNGAN   EMOSIANAL 
ANTARA
GUNUNG KELUD - MBAH AGUNG KELUD 
DAN 
TAGANA UTAMA JAWA TIMUR


PENDAHULUAN



Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki banyak kultur alam dan kebudayaannya, sektor pariwisata, sektor perkebunan, sektor perhutanan, sektor pertanian, sektor pertambangan,  sektor industri baik jasa maupun industri barang jadi semua itu merupakan kontribusi yang cukup untuk menambah devisa negara.
Kabupaten Blitar merupakan salah satu daerah diprovinsi Jawa Timur yang memiliki potensi yang cukup besar dalam membantu pendapatan asli daerah, nilai – nilai kepribadian dan pengembangan budaya bangsa sangat erat sekali dengan sejarah bangsa kita. Sejak zaman Keemasan Kerajaan Majapahit Blitar adalah daerah yang sangat central buat para petinggi dikalangan kerajaan dimana setiap  ada upacara wisuda para pejabat  Kerajaan Majapahit yang diadakan di pelataran Candi Penataran.
Candi Penataran adalah simbol dari kebudayan yang hingga kini masih dipertahankan. Beberapa Candi yang ada di Kabupaten Blitar hanya Candi Penataran memiliki potensi terbesar untuk wisatawan baik lokal maupun macanegara. Letak Candi Penataran berada di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar dilatar belakangi oleh Gunung Kelud yang mengayomi masyarakat sekitar.
Selain Alamnya Kabupaten Blitar memiliki sejarah perjuangan yang kuat banyak tokoh sejarah yang dilahirkan di Blitar. Proklamator Republik Indonesia yaitu Presiden Soekarno, Pemimpin pejuang Pembela Tanah Air yaitu Soedancow Soepriadi beliau ini yang membuat ketokohan masyarakat Blitar kuat dan mendarah daging perjuang tanpah pamrih.
Dibalik semua ini masih banyak yang masih tersimpan dan jauh dari kebesaran nama Kabupaten Blitar salah satunya Dusun Kalibadak. Lewat penulisan artkel dengan Judul ” Gunung Kelud dan Masyarakat Kalibadak ” ini akan mengangkat nilai – nilai sosial dan budaya masyarakat sekitar lereng Gunung Kelud.

Secara pandangan umum Kabupaten Blitar adalah sebuah nama dengan sejarah panjang bangsa Indonesia dan keberhasilannya, tetapi kehidupan ini masih meninggalkan sisih keterbelakangan baik secara sosial dan kesejahteraan ekonominya. Sehingga membutukan kerja keras yang dapat membantu peningkatan kesejahteraan warga sekitar, kebudayaan berkumpul yang dimiliki oleh sebagian besar masyarakat yang mendorong semangat kamilah.
Kegotongroyongan menjadikan tradisi yang mengakar disemangat masyarakat Dusun kalibadak, jauh dari hiruk pikuk informasi dan sarana penerangan yang sangat lama, membuat kehidupan kesederhanan lekat sekali, kebudayaan tradisonal di Dusun Kalibadak  Desa Penataran Kecamatan Nglegok kabupaten Blitar sehingga nuansah alaminya masih terasa.
Sebagai tokoh masyarakat yang merasakan keterbelakangan informasi sangat menggugah hati nurani untuk bisa membantu banyak untuk meningkatkan nilai – nilai kesejahteraan masyarakat Dusun Kalibadak pada khususnya, kami harap peran pemerintah juga memiliki andil dalam upaya peningkatan Kwalitas dan mutu sumber daya manusianya.


PROFIL KETOKOHAN
MBAH AGUNG DARI LERENG GUNUNG KELUD



Nama             :  Agung Sarjianto / MBAH AGUNG KELUD
Lahir              :  Blitar, 2 April 1958  Pekerjaan     :  Wiraswasta
Aktifitas         :  TAGANA KAB. BLITAR JATIM   ( TAGANA GOLO                             PenasehatPaguyupan  Budaya Jawa
                           “ Jaranan Margo Utomo “
                           Pelestarian Burung Perkutut
Alamat           : Dusun Kali Badak   RT.02/17                             Desa Penataran
                           Kec. Ngelegok
                           Kabupaten Blitar
Agung Sarjianto lahir 52 Tahun silam diDusun Kali Badak Desa Penataran Kecamatan Ngelegok Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur, yang terletak pada 7,3 Km dilereng bawah pusat kawah Gunung Kelud. Sejak usia belia, sosok Agung Sarjianto sangat kental dengan kehidupan yang jauh dari hiruk pikuk keramaian kota Blitar, dimana tempat yang sangat terpencil tersebut dengan fasilitas alamnya yang indah, alami dan diselimuti oleh fenomena kultur Gunung Kelud yang menjadi aikon salah satu gunung berapi aktif di Provinsi Jawa Timur.
Sebagai Peduduk Dusun yang berpartisipasi membangun daerah, telah beliau wujudkan dengan bersama – sama masyarakat dalam membina pemuda dusun Kali Badak untuk mempertahankan budaya asli Jawa (Jaranan) yang telah lama ada dan hampir hilang oleh berbagai budaya yang berkembang pada saat ini, Serta membantu Pemerintah dalam meningkatkan pengetahuan Sumber Daya Manusia dan potensi alam didaerahnya. Sebagai bentuknya telah membuat Paguyupan Budaya Jawa Jaranan yang diberi nama “ Jaranan Margo Utomo “ yang dilestarikan hingga sekarang.
Ketokohan Agung Sarjianto didaerah Dusun Kali Badak sangat penting dimana kehidupan sebagian besar masyarakat disana adalah petani dan pekerja perhutani, dengan jumlah yang terdiri dari  93 KK dan sebanyak 265 Jiwa ini membuat kehidupan disana sangat rukun dan aman. Masyarakat dusun Kali Badak banyak mengenal dan menyebutnya dengan sebutan Mbah Agung.
sementara rekan rekan tagana jawa timur biasa memanggil mbah agung / eyang Agung Kelud
 
Pada tanggal 7 November 2007  pemerintah menetapkan  status Gunung Kelud meningkat menjadi siaga serta menginformasikan melalui SATLAK Kabupaten Blitar untuk mengevakuasi penduduk yang berada diradius yang telah ditetapkan menjadi daerah rawan aliran lahar, terutama Dusun Kali Badak yang berjarak 200 Meter saja.
 Lingkungan Kali Badak pada waktu itu merupakan salah satu kelompok masyarakat yang sulit untuk dievakuasi, karena mereka mempunyai keyakinan yang sulit di kendalikan oleh para petugas evakuasi. Peran mbah Agung sangat besar dalam proses evakuasi tersebut, dengan kerifan dan kebijaksanaan beliau berhasil membimbing masyarakat kalibadak untuk mengikuti serangkaian proses evakuasi yang dilaksanakan Pemkab Blitar.
Mbah Agung memeiliki suatu fenomena spiritual yang sangat kuat, yang memungkinkan bagi beliau untuk memberikan wacana kondisi gunung Kelud yang dalam keadaan aktif. Bahkan beliau masuk dalam daftar penokohan orang-orang yang mampu berkomunikasi dan membaca isyarat yang diberikan oleh mbah Iembu Suro yang konon disebut-sebut sebagai penguasa gunung Kelud. Sehingga beliau mendapat kunjungan dari beberapa pejabat terkait, seperti Bupati, Kapolda, kapolres, dan beberapa pejabat tinggi negara lainnya.
Keyakinan mbah Agung yang sangat kuat bahwa gunung Kelud belum sampai tahap meletus membuat daya tarik tersendiri bagi beliau untuk mengadakan ekspedisi perkembangan keaktifan gunung Kelud, dengan mendokumetasikan dari beberapa perkembangan dan gejolak yang terjadi. Mulai dari ditetapkannya peningkatan status mbah Agung melakukan serangkaian aktifitas spiritual hingga pengambilan film dokumenter disekitar kawah gunung Kelud sampai dengan akhir ditetapkannya status aman, yang sampai sekarang keberadaan hasil liputan tersebut masih menjadi rahasia umum (hanya kepada orang tertentu mbah Agung menunjukkan hasil liputannya ).
Pada suatu saat ditengah-tengah aktifitasnya digunung Kelud, mbah Agung berjumpa dengan TAGANA dan mbah Agung mempunyai rasa tertarik pada kinerja Tagana, berlanjut sampai dengan bulan Agustus 2009 mbah Agung menyatakan diri bergabung dengan Taruna Siaga Bencana.
Sebagai wujud kepeduliannya pada lingkungan, mbah Agung dengan sukarela menyalurkan tenaga, pikiran dan materinya untuk membantu menuntaskan permasalahan sosial yang terjadi akibat bencana alam. Misalnya banjir bandang dialiran sungai gunung Kawi tepatnya di perkebunan sengon genjong-Wlingi-Kab. Blitar 1 Maret 2009 yang memutuskan 3 jembatan dan mengakibatkan terisolasinya akses jalan dari 44 Kepala Keluarga.
BUKTI AKTIFITAS REKONTRUKSI PASCA BANJIR BANDANG GENJONG
DENGAN MEMMBANGUNAN KEMBALI JEMBATAN DARURAT GENJONG
BERSAMA TAGANA BLITAR YANG DIBIAYAI OLEH MBAH AGUNG
 
Profil Gn.Kelud dan Masyarakat Kali badak
Sejak abad ke-15, Gunung Kelud telah memakan korban lebih dari 15.000 jiwa. Letusan gunung ini pada tahun 1586 merenggut korban lebih dari 10.000 jiwa. Sebuah sistem untuk mengalihkan aliran lahar telah dibuat secara ekstensif pada tahun 1926 dan masih berfungsi hingga kini setelah letusan pada tahun 1919 memakan korban hingga ribuan jiwa akibat banjir lahar dingin menyapu pemukiman penduduk.\
 
Pada abad ke-20, Gunung Kelut tercatat meletus pada tahun 1901, 1919 (1 Mei), 1951, 1966, dan 1990. Tahun 2007 gunung ini kembali meningkat aktivitasnya. Pola ini membawa para ahli gunung api pada siklus 15 tahunan bagi letusan gunung ini.
Aktivitas gunung ini meningkat pada akhir September 2007 dan masih terus berlanjut hingga November tahun yang sama, ditandai dengan meningkatnya suhu air danau kawah, peningkatan kegempaan tremor, serta perubahan warna danau kawah dari kehijauan menjadi putih keruh. Status "awas" (tertinggi) dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sejak 16 Oktober 2007 yang berimplikasi penduduk dalam radius 10 km dari gunung (lebih kurang 135.000 jiwa) yang tinggal di lereng gunung tersebut harus mengungsi. Namun letusan tidak terjadi.
Setelah sempat agak mereda, aktivitas Gunung Kelut kembali meningkat sejak 30 Oktober 2007 dengan peningkatan pesat suhu air danau kawah dan kegempaan vulkanik dangkal. Pada tanggal 3 November 2007 sekitar pukul 16.00 suhu air danau melebihi 74 derajat Celsius, jauh di atas normal gejala letusan sebesar 40 derajat Celsius, sehingga menyebabkan alat pengukur suhu rusak. Getaran gempa tremor dengan amplitudo besar (lebih dari 35mm) menyebabkan petugas pengawas harus mengungsi, namun kembali tidak terjadi letusan.
Akibat aktivitas tinggi tersebut terjdi gejala unik yang baru terjadi dalam sejarah Kelut dengan munculnya asap putih dari tengah danau diikuti dengan kubah lava dari tengah-tengah danau kawah sejak tanggal 5 November 2007 dan terus "tumbuh" hingga berukuran selebar 100m. Para ahli menganggap kubah lava inilah yang menyumbat saluran magma sehingga letusan tidak segera terjadi. Energi untuk letusan dipakai untuk mendorong kubah lava sisa letusan tahun 1990.
Sejak peristiwa tersebut aktivitas pelepasan energi semakin berkurang dan pada tanggal 8 November 2007 status Gunung Kelud diturunkan menjadi "siaga" (tingkat 3).
Gunung Kelud menurut legendanya terbentuk dari sebuah pengkhianatan cinta seorang putri bernama Dewi Kilisuci terhadap dua raja sakti Mahesa Suro dan Lembu Suro. Kala itu, Dewi Kilisuci anak putri Jenggolo Manik yang terkenal akan kecantikannya dilamar dua orang raja. Namun yang melamar bukan dari bangsa manusia, karena yang satu berkepala lembu bernama Raja Lembu Suro dan satunya lagu berkepala kerbau bernama Mahesa Suro.
Untuk menolak lamaran tersebut,Dewi Kilisuci membuat sayembara yang tidak mungkin dikerjakan oleh manusia biasa, yaitu membuat dua sumur di atas puncak Gunung Kelud, yang satu harus berbau amis dan yang satunya harus berbau wangi dan harus selesai dalam satu malam atau sampai ayam berkokok.
Dengan kesaktian Mahesa Suro dan Lembu Suro, sayembara tersebut disanggupi. Setelah berkerja semalaman, kedua-duanya menang dalam sayembara. Tetapi Dewi Kilisuci masih belum mau diperistri. Kemudian Dewi Kilisuci mengajukan satu permintaan lagi. Yakni kedua raja tersebut harus membuktikan dahulu bahwa kedua sumur tersebut benar benar berbau wangi dan amis dengan cara mereka berdua harus masuk ke dalam sumur. Terpedaya oleh rayuan tersebut, keduanyapun masuk ke dalam sumur yang sangat dalam tersebut. Begitu mereka sudah berada di dalam sumur, lalu Dewi Kilisuci memerintahkan prajurit Jenggala untuk menimbun keduanya dengan batu. Maka matilah Mahesa Suro dan Lembu Suro. Tetapi sebelum mati Lembu Suro sempat bersumpah dengan mengatakan “Ya, orang Kediri besok akan mendapatkan balasanku yang sangat besar. Kediri bakal jadi sungai, Blitar akan jadi daratan dan Tulungagung menjadi danau. Dari legenda ini akhirnya masyarakat lereng Gunung kelud melakukan sesaji sebagai tolak balak supah itu yang disebut Larung Sesaji. Acara ini digelar setahun sekali pada tanggal 23 bulan surau oleh masyakat Kediri dan Blitar. 
Letusan terjadi pada tanggal 26 April 1966 pukul 20.15 yang menyebabkan terjadinya lahar pada aliran Sungai Kalibadak, sungai Kaliputih, Sungai Kalingobo, sungai Kalikonto, dan sungai Kalisemut. Korban manusia berjumlah 210 orang di daerah Jatilengger dan Atas Kedawung. Letusan ini menghasilkan  sekitar 90 juta meter 3 lahar dingin.
 Letusan tahun 1990. Letusan terjadi pada tanggal 10 Februari 1990, letusan ini merupakan kejadian letusan Gunung Kelut yang dipantau masyarakat sekitar aliran lahar yang mengakibatkan hujan debu sehingga sangat menggangu aktifitas masyarakat hingga setebal 15 Cm sampai dengan 17 Cm.
Karakter / ciri letusan : Ada dua macam ciri letusan yaitu :
1.      Letusan yang terjadi akibat penguapan air danau kawah yang merembes melalui rekahan pada dasar kawah yang secara serentak kemudian dihembuskan ke atas permukaan. Jenis letusan ini umumnya mengawali aktivitas gunung Kelut terutama memicu terjadinya letusan berulang – ulang dan sering diiringi gempa tremor.
Letusan magmatik merupakan letusan yang menghasilkan rempah- rempah  gunungapi baru berupa lava, jatuhan piroklastik, dan aliran piroklastik. Letusan magmatik yang terjadi umumnya bersifat eksplosif yang dipengaruhi penambahan kandungan gas vulkanik disertai meningkatnya energi letusan terutama energi panas. Letusan gunung Kelud umumnya berlangsung singkat , hal ini menampakkan adanya dapur magma yang kecil dengan kandungan energi letusan yang rendah..
 Daerah Aliran Lahar sangat rawan akan resiko baik status aman maupun status siaga. Ancaman letusan Gunung Kelud masih berlanjut. Setelah mengguncang dan menghujani Kabupaten Blitar dan Kediri dengan batu kerikil, abu, dan segenap isi perut bumi, kini Gunung Kelud masih mengancam penduduk dengan berbagai bala atau bencana baru. Awan debu tebal, yang berhari-hari meneror penduduk, sejak pekan lalu memang mulai menyisih.
Apalagi Gunung Kelud mempunyai 9 buah DAS (daerah aliran sungai) yang menghilir ke segala arah. Banjir lahar itu terbukti Kamis pekan lalu. Hujan deras yang mengguyur Gunung Kelud telah membuat stok rempah vulkanik, di bagian utara, hanyut. Lewat Kali Sumberagung, debu limbah gunung itu meluncur deras ke bawah, menerjang pinggiran Desa Mangli, Kecamatan Puncu, Kediri, dan pasar desa roboh dibuatnya. "Jangankan rumah, batu-batu pun menggelinding terceret lahar. Masih untung lahar itu tak semuanya masuk desa. Betapapun demikian, 20 ha tanah pertanian -- sebagian ditanami kopi, kelapa, dan cokelat -- hancur total. Ancaman terbesar muncul dari Kaliputih dan Kalibadak, yang mengalir ke arah barat Onggokan di lereng-lereng gunung itu kini merupakan ancaman baru. Bila hujan turun, "Material itu akan hanyut menjadi lahar dingin, memberi peringatan. Aliran material vulkanik itu bisa menerjang ke mana-mana. daya -- menuju Kota Blitar. Muntahan lahar Gunung Kelud itu, kini banyak yang parkir di lereng-lereng kedua DAS itu. Kejadian ini mirip betul dengan hasil letusan Kelud 1966. Kedua sungai itulah yang berperan penting menebar bencana lahar gunung. Bencana lahar dingin memang tak harus muncul. Sebab, bisa juga material gunung itu hanyut perlahan oleh hujan ringan, atau tergulir ke bawah oleh gaya beratnya sendiri.
Perkebunan Candisewu, yang memiliki 600 ha lahan. Kerugian itu tak cuma dari kegagalan panen. "Belum lagi akibat tanaman yang mati, Tanaman kopi dan cengkeh di Perkebunan Candisewu,  betul-betul celaka. Ranting-rantingnya patah oleh hujan batu dan kerikil. Daunnya pun rontok, dan kini permukaan tanah kebun tertutup oleh timbunan debu. Kerusakan besar juga terjadi di sektor tanaman pangan. Dari 30 ha sawah yang dibudidayakan di Kabupaten Blitar musim tanam ini, 23% hancur total, dan 40% lainnya mengalami kerusakan
diperkirakan, kehilangan hasil panen padi mencapai 40 ribu ton. Pengaruh buruk debu itu bisa berlangsung beberapa bulan. Sebab, "debu-debu itu akan menyumbat pori-pori tanah. Akibatnya, tanaman bisa menderita lantaran kekurangan oksigen.
Membersihkan debu dari permukaan saja tentu tak cukup untuk memulihkan porositas tanah seperti semula. Maka, diperlukan kiat khusus untuk membuka penyumbatan pori itu. "Berikan saja bahan organik. Kandungan nitrogen yang tinggi pada bahan organik (pupuk hijau), menurut masyarakat pekerja diperkebunan candi sewu baru akan cepat melapukkan debu. Sementara itu, "wabah" debu ternyata bukan cuma menyesakkan tanaman. Beberapa orang mulai merasa sesak napas dan batuk-batuk. Gejala sakit gatal-gatal pada kulit, mata merah, dan sakit perut juga mulai menjangkiti sebagian penduduk yang terkena musibah. Apalagi kini sebagian besar air untuk kebutuhan sehari-hari mulai dicemari oleh taburan abu halus yang dimuntahkan dari perut Gunung Kelud.
 Tim Kordinator Tagana Jawa timur By. Opered

SOSIALISASI PEMAHAMAN DAN SHELTER

salam relawan... salam Tagana..

PEMAHAMAN TENDANISASI

Tenda adalah sebuah bangunan semi permanent yang dikemas dengan sangat rapi sehingga dalam penggunnya dapat dibangun dimana saja, tempat sesuai dengan kebutuhan.

Jenis Tenda : Dalam perkembangan tenda sangat banyak dibagi jenisnya akan tetapi yang dilakukan pada sebua aksi lapang personil / kebutuhan pelayanan korban ada 4 Jenis yaitu:
a. Tenda Pleton
b. Tenda Regu
c. Tenda Medis
d. Tenda Keluarga

    
 Tenda Pleton 


Tenda Pleton / disebut tenda besar yang mana daya tampung tenda ini bisa menampung 30 s/d 40 orang personil.







Difinisi Tenda Pleton
         1.      Panjang                     : 14 Meter / 16 Meter
         2.      Lebar                        : 5 Meter / 6 Meter
         3.      Tinggi                        : 3.5 Meter /  4 Meter
         4.      Tinggi Sisi                  : 1.2 Meter / 1.5 Meter
5.      Tiang Utama              : 4 Buah         
6.      Blandar                     : 3 Buah          
7.      Tiang Sisi                   : 28 Buah
8.      Pasak Besi                : 42 Buah
9.      Palu Besi                   : 2 Buah
10.  Tali Tambang             : 10 Buah
11.  Tali Nylon                 : 32 Buah



 
                                                                 MACAM MACAM TEMDA






Tenda Regu
Tenda Regu yang mana memiliki daya tampung 10 s/d 20 orang personil.

Difinisi Tenda Regu
1. Panjang              : 6 Meter / 7Meter
2. Lebar                 : 4 Meter / 5 Meter
3. Tinggi                 : 3.5 Meter /  4 Meter
4. Tinggi Sisi           : 2.5 Meter / 3 Meter
5. Tiang Utama       : 2 Buah
6. Blandar              : 1 Buah
7. Tiang Sisi            : 14 Buah
8. Pasak Besi         : 22 Buah
9. Palu Besi            : 2 Buah
10.  Tali Tambang    : 6 Buah
11. Tali Nylon        : 16 Buah
                       





Tenda dan Pemahamannya

Dalam pelatihan dasar tendanisasi yang perlu di pahami oleh personil adalah:
1.      Pemahaman tentang lokasi
2.     

Lahan Produktif
Pemahaman arah angin.
3.      Pemahaman jenis Tenda.
1.      Pemahaman tentang lokasi.
1.1  Para Personil Tagana diharuskan paham akan lokasi yang akan didirikan tempat Shelter ( tempat evakuasi korban ) dimana sebelum mendirikan tenda Tim Shelter telah mengidentifikasi lokasi yang aman dan nyaman untuk korban dan aktivitas layanannya.
1.2  Tim Shelter mengidentifikasi lokasi telah paham 3 B.
a.     

Akses Sulit
Bukan Lahan Produktif.
b.      Bukan sebagai tempat rentan ( Permukan rata, mudah diakses, aman, nyaman dan bukan tempat endemis )
c.       Bukan lokasi yang jauh dari daerah bencana.
2.      Pemahaman arah angin.


Kerataan tanah
2.1 Tim Shelter setelah menentukan lokasi aman baru memulai menentukan arah angin, dengan teknik melihat angin berhembus dari arah mana kearah mana, sehingga teknik ini sangat mendukung kekuatan tenda dan mempermudah serta mempercepat pemasangan. ( Tiang utama dan blandar dipasang searah dengan arah angin ).
2.2 Jika pemasangan melintang dan melawan arah angin akan mengakibatkan kurang kuatnya tenda dan lamanya waktu pemasangan bahkan bisa berakibat fatal. ( roboh dan lepas ).
3.   Wajib bagi Tim Shelter untuk mengetahui jenis tenda dan definisinya :
3.1 Tim Shelter harus mengerti macam – macam tenda dan definisinya.


Keamanan dan kenyamanan
3.2 Tim Shelter juga harus paham tentang teknik pemasangan tendanisasi yang bener dan rapi ( kuat, serasi dan sesuai dengan layout ).


Teknik Pemahaman Tenda

Pemahaman
. Kelebihan
  1. Dapat didirikan kapan dan di mana saja.
  2. Dapat dibawa ke mana saja
  3. Dapat didirikan dalam waktu singkat
  4. Dapat digunakan untuk keperluan yang sangat sederhana (buka warung sampai keperluan yang sangat vital seperti menampung korban bencana)
  5. Tenaga yang diperlukan relatif sedikit

. Kelemahan
  1. Tidak tahan lama
  2. Untuk pengadaannya memerlukan biaya yang relatif mahal
         Tabel Kelengkapan

NO
PERALATAN
Keluarga/Medis
REGU
PELETON
1.
Ukuran Tenda
5x6m;5x8m
4,6x7 m
6x13,5m;9x16 m
2.
Tiang Utama
2 buah
2 buah
3-4 buah
3.
Tiang samping
8 buah
22 buah
34-40 buah
4.
Belandar
-
1 buah
2-3 buah
5.
Tali Utama
2 buah
6 buah
8-10 buah
6.
Tali Samping
8 buah
22 buah
34-40 buah
7.
Pasak Utama
2 buah
6 buah
8-10 buah
8.
Pasak Samping
8 buah
22 buah
34-40 buah
9.
Palu Besi
2 buah @ 2 kg
2 buah @ 2 kg
2-5 buah @ 5 kg
10.
Tenaga yang diperlukan
5 orang
7 oarang
10 orang



Tata Cara Tendanisasi

1. Persiapan
1. Tenda mini dibuka lebar-lebar, lipat bagian atas dan terletak di bagian dalam
2. Lipat jadi 4, lipat jadi 8 sekaligus
3. digulung atau lipat satu arah
4. Cek tali, patok pasak, tongkat dan palu
2. Pelaksanaan Pasang Tenda
1. Buka tenda setengah bagian
2. Letakkan tongkat di kedua sisi menghadap keluar
3. Rentangkan tali lebih panjang 30 cm di arah tongkat yang satu ke tongkat yang lain
4. Ikat dengan simpul pangkal, tali masuk lobang dan simpul pangkal kembali pada tongkat
5. Ikat dengan simpul pangkal kedua patok, tancapkan kedua patok pada sisi sepanjang tongkat(tali terlihat kendor)
6. Tenda direntangkan utuh
7. Ikat ujung tenda dengan tali simpul pangkal, masukkan tali pada lobang tenda, ikat pada ujung tenda sisi lainnya dengan simpul pangkal
8. Ikat kedua patok dengan simpul pangkal dan tancapkan pada posisi penyudut dari ujung tenda
9. Lakukan hal yang sama seperti gerakan no.8 di sisi tenda lainnya
10. Dua tongkat diarahkan ke kanan ke dalam tenda posisinya setengah berdiri menuju berdiri dari arah dalam tenda, lalu rapikan
3. Pelaksanaan Bongkar Tenda
1. Cabut patok pada sisi kanan dan kiri
2. Lepaskan tali pada kedua sisi kanan dan kiri tenda, sekaligus digulung rapi
3. Cabut patok tengah tenda sekaligus dilepaskan dari tali
4. Lepaskan tongkat dari simopul kedua pangkal
5. Tali dirapikan
6. Tenda mini dibuka lebar-lebar, lipat bagian atas dan diletakkan dibagian dalam
7. Lipat tenda jadi empat, lipat jadi delapan sekaligus
8. Tenda digulung satu arah
9. Rapikan dan kembalikan alat pada posisi semula.





  












Tim Kordinator Tagana Jawa timur By. Opered

Senin, Juni 07, 2010

salam relawan... salam Tagana..
085298477557 posko sulut
salam relawan... salam Tagana..

Tiga Bangunan Ludes Terbakar, 1 Orang Alami Luka Bakar

Sumenep - Sebuah ruko milik Nabhani (41), warga Desa Pagerungan Besar, Kecamatan/Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura ludes terbakar. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB itu juga merembet ke 2 rumah yang ada di sebelahnya.

Pemilik ruko pun nyaris terpanggang saat berusaha menyelamatkan barang-barang
berharga. Bahkan, bagian wajah dan kepala mengalami luka bakar karena sempat
terpercik api yang berasal dari botol bensin.

Sedangkan 2 rumah yang ikut ludes terbakar yakni milik Yoyo (41) dan Sagila (39). Meski begitu belum diketahui kerugian akibat kebakaran 3 bangunan tersebut.

Salah seorang saksi mata, Burhan (39), warga setempat mengaku diduga api berasal dari pemilik ruko, Nabhani yang sedang mengisi bensin di botol-botol yang sudah disiapkan.

"Tak jauh dari tempat mengisi bensin itu ada lampu teplok yang masih hidup, sehingga menyambar ke bensin," kata Burhan dihubungi wartawan, Senin (7/6/2010).

Warga sekitar berusaha melokalisir api dengan cara memberi dan menyiram air seadanya. Sementara korban terbakar dilarikan pada puskesmas setempat dan mendapat perawatan.

Kapolsek Sapeken, Iptu Turmudzi membenarkan kejadian tersebut. "Memang ada kejadian kebakaran, namun kerugian belum tahu berapa besarnya," ujar Turmudzi saat dihubungi wartawan.

Kamis, Juni 03, 2010

Kubah Penyelamat juga Dibangun di India

salam relawan... salam Tagana..
Bangunan dari batu ini di atas puncak gunung beku di Ladakh India. Mei dan Juni, suhu memang naik di atas angka nol. Namun, untuk lebih dari 10 bulan setiap tahun, suhu dingin bisa mencapai -18°C.

Struktur di Chanh-La tiga jam perjalanan dari Leh itu dibangun oleh peneliti pertahanan India sebagai kubah penyelamat nomor dua di dunia setelah Svalbard Global Seed Vault di Norwegia. Svalbard Global Seed Vault dibangun lebih dari 2 tahun lalu di sebuah pulau Arktik.

Kedua kubah ini menyimpan benih untuk masa depan, sebagai cadangan jika terjadi bencana alam ataupun malapetaka yang disebabkan manusia.

Kubah Chang-La telah mendapat lebih dari 5 ribu sampel benih, di antaranya aprikot, kubis, wortel, kentang, lobak, tomat, barley, gandum serta banyak lagi. Beberapa benih akan menghasilkan senyawa anti-malaria, dan yang lainnya juga sebagai sumber bahan kimia alami anti-kanker

“Ini adalah jenis kegiatan dari bahtera Nuh,” kata William Selvamurthy, ilmuwan senior yang mengepalai divisi ilmu kehidupan di Organisasi Perkembangan dan Pertahanan Penelitian di India di mana mendanai kubah benih Chang-La.

Simpanan kubah benih ini dapat digunakan untuk menanam ulang tanaman yang hilang akibat tindakan alamiah atapun bencana oleh manusia dalam skala regional maupun global. “Kekeringan, banjir, perubahan suhu ataupun hama dapat merusak tanaman,” kata Selvamurthy.

Ide lokasi kubah benih di ketinggian Ladakh ini datang setelah adanya invasi belalang misterius setidaknya 5 tahun lalu.

“Ini merupakan serangan besar pertama belalang di Ladakh dan merusak tanaman barley begitu parah,” kata Shashi Bala Singh, direktur dari Defence Institute of High Altitude Research di Leh yang merupakan pusat penelitian untuk mengembangkan sayuran segar di Ladakh.

Meskipun Dewan Penelitian Pertanian India menyimpan repository gen tanaman nasional di New Delhi, namun biayanya sangat mahal jika benih disimpan dalam kondisi lembap panas, kata Selvamurthy.

Benih harus disimpan di bawah -18°C dalam kondisi kelembapan rendah untuk penyimpan jangka panjang. Di Chang-La, temperatur harus dibuat dalam suhu di bawah -18°C hanya pada saat musim panas, di akhir Mei dan di awal Juni.

“Kita saat ini sedang terfokus pada varietas tanaman unggul serta tanaman tradisional yang berkembang di Ladakh,” kata Singh. Namun sejalannya waktu, katanya kubah benih ini diharapkan dapat menerima contoh dari institusi agrikultural lain di India.

Deposito benih masih terhitung sedikit jika dibandingkan dengan kubah Svalbard di mana saat ini telah menyimpan lebih dari 500 ribu sampel baik beras asal India dan Malausia, hingga gandum dari Lebanon dan Afrika Selatan, serta sampel yang lain.

Jelang 2012 Orang Mulai Bangun Bunker

salam relawan... salam Tagana..

Uang jutaan dolar dikeluarkan demi membangun satu tempat yang aman dari segala bencana yang, oleh banyak ahli kebumian, diperkirakan terjadi pada 2012.

Salah satu orang yang bersedia merogoh kocek adalah Steve Kramer. Ahli terapi pernafasan berusia 55 tahun ini memiliki rumah di puncak bukit yang damai di San Pedro dengan pemandangan pohon kelapa yang subur dan atap genting merah di atas laut yang berwarna biru kehijauan. Sebuah rumah yang sempurna untuk hidup di dalamnya.

Tapi, iya tidak pusa dengan rumah indahnya itu. Kenapa? Karena tak bisa menyelamatkannya dari serangan teroris, kerusuhan sipil, bom nuklir, gempa bumi, dan bencana lain yang ia duga muncul pada tahun 2012.

Oleh sebab itu, dia menghabiskan uang US$12.500 (Rp 114 juta) membangun tempat cadangan bagi dia dan keluarganya di tempat penampungan bawah tanah di dekat Barstow.

“Saya benci melepaskan semuanya dan hidup di bunker,” kata Kramer sambil melirik perahu layar di sisi Pasifik.

“Saya tidak mencoba untuk mengabdi pada kegelapan dan bencana, namun kita harus menyiapkan segalanya.”

Legions of Americans menggali halaman belakang untuk tempat berlindung dari bencana bom atom selama Perang Dingin. Saat ini dengan tingginya kekhawatiran soal serangan teroris pasca 9/11, generasi baru mulai mencari sistem perlindungan bawah tanah.

“Dalam beberapa cara, iklim politis kita memiliki kesamaan,” kata Jeffrey Knopf, profesor keamanan nasional di Naval Postgraduate Naval School, Monterey, California.

“Telah banyak muncul kecemasan yang berkembang soal bahaya teroris akan menyebarkan senjata nuklir dan ini akan berlipat ganda.”

Hal ini menjadi isyarat para pengusaha dan mulai bermunculan produk tempat tinggal untuk bertahan hidup.

Larry Hall telah mengajak para kliennya yang kaya untuk membuat apa yang disebut kondominium untuk bertahan hidup di bawah tanah, di Kansas. Dia menjelaskan bahwa tempat itu memiliki 15 lantai di bawah tanah dan per unitnya dijual sebesar US$1,75 juta (Rp 15,9 miliar).

"Setelah gempa bumi dan ledakan vulkanik, orang-orang menelpon, mengatakan segala sesuatu yang dikatakan akan mulai terjadi," kata Hall, seorang insinyur yang tinggal di Florida. "Itu membuat orang gugup."

Sedangkan Michael Wagner menjajakan pod pribadi untuk kelangsungan hidup yang ditujukan untuk orang berlindung dari gelombang tsunami. Penduduk Oregon ini mengatakan telah mendapatkan banyak pesanan sejak gempa bumi baru-baru ini melanda Haiti dan Chile.

Banyak yang percaya dan memilih berlindung dalam bunker beton bawah tanah. Namun beberapa termasuk ayah Steve Kramer, lebih suka duduk di teras dengan minuman dingin dan menonton bencana dahsyat datang.

Namun Steve Kramer memiliki rencana lain. "Kami bukan orang gila, tetapi kali ini harus takut," kata Kramer.

Dia membuat rute peta ke bungker, menyetok makanan kering dan mengajar anaknya berusia 12 tahun untuk naik sepeda motor trail jika mereka harus melakukan perjalanan off-road untuk sampai ke bunker.

Kramer berpikir orang lain akan mulai merasakan hal yang sama mendekati tahun 2012. Dan jika ia memiliki uang untuk memastikan bahwa keluarganya aman saat sesuatu terjadi, Kramer mengatakan, kenapa tidak menggunakannya?

"Ini masalah prioritas," katanya. "Keluarga saya ingin bertahan hidup."[

Matahari Meleleh, Badai Siap Menerjang Bumi

salam relawan... salam Tagana..

NOAA baru saja mengeluarkan bukti baru berupa lidah api permukaan matahari yang meleleh. NOAA merupakan lembaga yang melakukan pengamatan cuaca luar angkasa setiap hari.

Bill Murtagh menghabiskan harinya mengamati matahari, tidak secara langsung tetapi melalui sebuah pusat pengawasan cuaca ruang angkasa di National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) di Boulder, Colorado, Amerika Serikat .

NOAA juga merupakan sumber resmi menyangkut peringatan cuaca di luar angkasa dan pemimpin pusat aktivitas serupa di seluruh dunia. Lembaga ini juga bertugas mengeluarkan ramalan harian.

NOAA baru saja mengeluarkan bukti baru berupa lidah api dari permukaan matahari yang meleleh.

Pada kelompok jurnalis lingkungan Eropa Murtagh menjelaskan lidah api tersebut bisa menyebabkan badai geomagnetik yang mampu mempengaruhi garis transmisi listrik apapun di bumi.

Murtagh menyebutkan badai magnetik telah menyebabkan pemadaman listrik luar biasa luas di Montreal Kanada pada Maret 1989 dan membiarkan 6 juta orang tanpa aliran listrik selama lebih dari 9 jam.

Lidah api atau badai matahari pertama kali diobservasi oleh astronom Inggris Richard Carrington pada 1 September 1859. Pada malam itu, aurora luar biasa indah muncul di langit bumi dan sistem telegraf rusak, sebagai hasil badai geomagnetik yang dihasilkan lidah api tersebut.

NOAA menggunakan dua satelit untuk memonitor aktivitas harian matahari. “Jika kami melihat sebuah lidah api matahari, kami bisa memberikan peringatan yang cukup kepada pembangkit tenaga listrik. Dan masih banyak hal yang bisa dilakukan untuk melindungi perangkat tersebut, sebagai contoh menunda perawatan selama beberapa hari hingga badai berakhir,” ujar Carrington

Indonesia Negara Paling Rentan Bencana Alam

salam relawan... salam Tagana..
Jakarta – Indonesia, Bangladesh dan Iran adalah negara yang paling rentan terhadap bencana alam sehingga berada di urutan atas ranking bencana dunia, menurut studi yang dirilis pada Kamis (27/5).


Raksasa kembar Asia, China dan India bergabung bersama Indonesia, Bangladesh dan Iran dalam daftar 15 negara dari 229 yang dinilai masuk kategori berisiko ekstrem.

Indeks Risiko Bencana Alam dibuat oleh firma penasihat risiko Inggris, Maplecroft, sebagai basis data bencana yang terjadi dari 1980 hingga 2010.

Di dalam data tersebut tersimpan berbagai indikator, termasuk jumlah dan frekuensi kejadian, total kematian yang disebabkan oleh bencana dan angka kematian tersebut dibandingkan dengan populasi negara.

Bencana yang dimaksud terdiri dari gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami, badai, banjir, kekeringan, tanah longsor, gelombang panas dan penyakit epidemik.

“Kemiskinan merupakan faktor penting di negara-negara di mana baik frekuensi maupun dampak bencana alam sangat kejam,” ujar analis lingkungan Maplecroft, Anna Moss.

“Minimnya infrastruktur ditambah kepadatan berlebihan dalam suatau area dengan risiko tinggi seperti dataran rawan banjir, muara sungai, lereng terjal dan tanah reklamasi menjadi penyebab tertinggi terjadinya bencana,” terang Moss.

Menurut kalkulasi Indeks Resiko Bencana Alam, Bangladesh telah kehilangan 191 ribu nyawa sebagai hasil bencana alam selama 30 tahun terakhir dan Indonesia hampir memiliki jumlah yang sama, mayoritas korban jatuh ketika Indonesia dihantan tsunami pada bulan Desember 2004.

Sementara faktor kerentanan paling besar Iran adalah gempa bumi, di mana diklaim hampir 74 ribu nyawa melayang selama terjadi peristiwa tersebut.

India masuk ranking ke-11dengan total 141 ribu telah terenggut termasuk 50 ribu akibat gempa bumi, 40 ribu karena banjir, 15 ribu epidemik dan 23 ribu badai. Sedangkan China berada di posisi ke-12, dengan 148 ribu nyawa, di mana 87 ribu diantaranya hilang ketika gempa Sichuan 2008 berlangsung.

Negara-negara yang berada dalam kelompok G8 dipertimbangkan sebagai ‘berisiko tinggi’, turun kategori dari ‘ekstrem’.

Prancis di posisi 17 dan Italia 18, masuk dalam daftar akibat kematian massal akibat gelombang panas di tahun 2003 dan 2006, serta Amerika Serikat yang dikejutkan badai topan Katrina pada 2005.

Negara-negara yang memiliki risiko paling kecil di antaranya Andorra, Bahrain, Gibraltar, Liechtenstein, Malta, Monako, Qatar, San Mario dan Uni Emirat Arab.

Sebagian besar ahli menunjukkan peringatan tentang dampak perubahan iklim. Gangguan pola cuaca diprediksi mendorong episode bencana dengan frekuensi dan skala lebih besar menyangkut kekeringan dan banjir.

“Penelitian kami menekankan kebutuhan negara paling sejahter untuk fokus kepada upaya pencegahan dan penanganan agar resiko bencana bisa dikurangi,” ujar Moss dilansir dari Yahoonews.

Anggaran PB di tingkat Pemerintah Pusat (Kementrian/Lembaga)

salam relawan... salam Tagana..
Kawan-kawan pelaku dan pemerhati PB,

Pada tanggal 15 Mei 2010 dilakukan "*Diskusi Perencanaan Anggaran PB
pada Pemerintah Pusat*" di Sekretariat MPBI dengan narasumber Rinto
Andriono, IDEA. Acara ini dihadiri oleh 10 orang peserta dan dimoderasi
oleh Djuni Pristiyanto. Diskusi ini merupakan sebuah awal dari
serangkaian diskusi utk mengembangkan wacana PB dan menggiatkan
penyelenggaraan PB agar sesuai dengan semangat dan isi dari UU No. 24
Tahun 2007 mengenai Penanggulangan Bencana.

*Notulensi "Diskusi Perencanaan Anggaran PB pada Pemerintah Pusat" dapat
diunduh dengan bebas di Website MPBI disini
.*

Adalah sangat menarik mendengarkan paparan Rinto Andriono yang
menganalisis Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2010. Menurut Rinto,
penanggulangan bencana (PB) dalam Prioritas RKP 2010, yaitu pada
"*Sasaran peningkatan kualitas pengelolaan sumber daya alam dan
kapasitas adaptasi perubahan iklim*". Ada 5 (lima) point dalam bagian
ini, antara lain:

1. Meningkatnya kapasitas mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dan
bencana alam.
2. Meningkatnya pelaksanaan rehabilitasi dan konservasi sumber daya alam.
3. Meningkatnya pengelolaan DAS di 18 unit DAS dan meningkatnya
pengelolaan irigasi.
4. Meningkatnya upaya pengelolaan sumber daya kelautan.
5. Meningkatnya operasionalisasi RTRWN, RTR Pulau, RTRWP, RTR Kab/Kota.

Dalam RKP 2010 itu ada anggaran-anggaran dari Kementerian/Lembaga (K/L),
termasuk BNPB. *Total anggaran BNPB mencapai Rp 222,062 Milyar*.
Anggaran BNPB ini terdiri dari

1. Belanja pegawai Rp 11,03 Milyar
2. Belanja barang Rp 132,8 Milyar
3. Belanja modal Rp 14,9 Milyar
4. Belanja hibah Rp 19 Milyar

Sementara itu anggaran K/L yang memuat hal-hal yg spesifik PB antara lain:

* Program pencarian dan penyelamatan Rp 348,402 Milyar (dilakukan
oleh BNPB).
* Belanja barang Rp 6,796 Milyar, Belanja modal Rp 341,606 Milyar.
* Lebih terfokus pada pengadaan kendaraan untuk pencarian dan
penyelamatan, tidak memadai jika diandalkan untuk merespon
kebutuhan PB nasional.
* Program pemulihan daerah yg terkena bencana nasional Rp 169,269
Milyar (dilakukan oleh Bappenas).
* Ada 3 komponen: pengembangan sistem manajemen PB nasional,
penanggulangan pasca bencana alam dan kerusuhan sosial, monitoring
pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi.
* Program ini terbatas mengintervensi kebutuhan pasca bencana,
padahal komponen pengembangan sistem PB dibutuhkan justru sebelum
bencana.

Di samping itu ada anggaran dari K/L yang potensial relevan untuk
pengurangan risiko bencana (PRB), seperti:

* Program peningkatan ketahanan pangan Rp 3,008 Trilyun
* Program upaya kesehatan masyarakat Rp 2,010 Trilyun
* Program pengembangan konservasi danau dan sumber daya air Rp 2,229
Trilyun
* Program penataan adminduk Rp 494,133 Milyar
* Program peningkatan kerjasama antar daerah Rp 9,2 Milyar
* Program pengendalian pencemaran Rp 910 Juta.
* Program penataan ruang Rp 2, 283 Trilyun

Dalam RKP 2010 program BNPB hanya ada satu, yaitu "Program pencarian dan
penyelamatan". Hal ini mungkin disebabkan karena:

* Paradigma BNPB masih berupa respon (emergency).
* BNPB tidak dapat menyakinkan K/L, khususnya Bappenas dan
Kementrian Keuangan sehingga hanya ada satu program itu yang
disetujui.

Ternyata sangat menarik mendiskusikan mengenai anggaran PB ini. Untuk
selanjutnya agendanya adalah:

* *Hari, tanggal: Kamis, 27 Mei 2010*
* *Pukul 13.00-16.00 WIB*
* *Tempat: Sekretariat MPBI, Jl. Kebon Sirih No. 5G, Jakarta Pusat*
* *Agenda: Diskusi Perencanaan anggaran PB (APBD) pada
Pemerintah Daerah
*
* *Narasumber: Didik Mulyono, Oxfam GB dan Sunarjo, IDEA. *

Diskusi mengenai perencanaan anggaran PB ini merupakan satu rangkaian
diskusi yg diadakan oleh MPBI pada bulan Mei - Juni 2010. Agenda lengkap
diskusi ada di bagian bawah email. Acara ini terbuka lebar bagi siapa
saja yang berminat dengan isu-isu penanggulangan bencana maupun bagi
mereka yang belum tahu dan ingin tahu mengenai isu-isu yang menjadi
subtopik diskusi tersebut. Kegiatan ini tidak dipungut biaya alias gratis.
salam relawan... salam Tagana..